Selasa, 15 Oktober 2013

Akhir dari Perjalanan Hidup


Hidup adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada manusia. Perjalanan hidup manusia tidak akan berhenti di satu titik kematian, tetapi dibalik kematian itu sendiri terdapat kehidupan yang lebih abadi lagi. Yakni kehidupan alam akherat.
Perjalanan hidup ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempersiapkan akherat yang lebih kekal. Karena hakikat dunia hanyalah perantara untuk kembali kepadaNya. Setiap dari kita pasti mempunyai perjalanan hidup yang berbeda satu sama lain. Setiap manusia dilahirkan ke muka buni ini dengan kondisi yang sama mulai dari titik nol tetapi pada akhirnya manusia akan kembali dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan amalannya masing-masing.
Naik turunnya kurva kehidupan adalah bagian dari fitrah. Cobaan dan ujian yang Allah berikan adalah dalam rangka untuk menguji tingkat keimanan dan keistiqomahan manusia. Adakalanya kita berjalan naik, namun ketika mencapai puncak kebaikan hidup kita diuji dengan cobaan dan kenikmatan. Pada akhirnya manusia terperosok ke dalam jurang dosa dan kehinaan. Adakalanya manusia diberikan kenikmatan hidup berupa materi dan kesehatan, tetapi kemudian Allah menguji dengan sakit, kekurangan harta dan makanan.
Setiap ujian yang Allah berlakukan kepada setiap hambanya adalah untuk meningkatkan kualitas diri manusia. Ketika diberikan ujian yang berat dan lebih berat lagi manusia tetap bersabar dan teguh dalam ketaatan kepadaNya maka Allah akan menaikkan derajatnya berlipat-lipat. Itulah puncak perjalanan hidup yang hendak Allah perlihatkan kepada manusia. Sehingga sikap positif yang harus kita tanamkan adalah “bersyukurlah ketika Allah menguji kita dengan perjalanan hidup yang selalu fluktuatif karena ketika kita tetap bersabar dan bersyukur maka begitu mudah bagi Allah untuk menanamkan keistiqomahan itu dalam diri kita. Sehingga kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan baik sampai di akhir perjalanan hidup nanti.
Allah... aku bersyukur atas karunia hidup dan kehidupan ku selama ini. Jadikanlah hambamu ini insan yang senantiasa bersyukur dalam suka maupun duka dan dalam lapang maupun sempit. Jangan jadikan kami manusia-manusia yang sombong atas limpahan rizki yang Engkau berikan. Jangan jadikan kami manusia yang kikir dengan harta titipan yang Engkau amanah kan. Jangan jadikan kami manusia yang ingkar atas tahta yang tak ada nilainya dihadapan Mu. 
Rabb... hamba meyakini sepenuhnya bahwa yang jauh itu begitu dekat bagi Mu, yang sulit itu begitu mudah bagiMu, yang samar itu begitu nyata karena Mu. dan yang tidak mungkin sangat mungkin bagi Mu. Ya Rabb inilah doa ku jadikan kami insan yang senantiasa pandai dalam bersyukur, bersabar dan istiqomah dalam menjalani roda kehidupan ini, agar kami dapat kembali kepada Mu dengan sebaik-baiknya iman dan ketaqwaan. Aamiin...
“kembali teringat pesan Rasulullah, bekerjalah kamu seakan-akan engkau akan hidup seribu tahun lagi dan sholatlah kamu seakan-akan esok engkau akan mati”



0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...