Selasa, 17 September 2013

Menanti Hadirnya Seorang Pemimpin


68 tahun sudah Indonesia merdeka. Banyak catatan kelam masa lalu yang patut di hargai. Sejarah itu menjadi bukti perjuangan para pemimpin terdahulu. Sejarah banyak menceritakan kepada kita bahwa perjuangan untuk mencapai kemerdekaan itu bukan sesuatu yang mudah. Kemerdekaan itu perlu proses, kemerdekaan ini tidak lepas dari penderitaan panjang dan kemerdekaan ini dimenangkan oleh orang-orang yang tidak lelah untuk berjuang. Titik kemerdekaan itu menjadi bukti kerja keras dan kegigihan para pahlawan dalam mengangkat harga diri Indonesia di mata dunia. Kemerdekaan adalah misi besar menuju perbaikan Indonesia yang abadi. Dan kemerdekaan ini tidak lepas dari peran besar seorang pemimpin.
 Sejak 1945 silih berganti terjadi periodesasi kepemimpinan di Indonesia. Setiap pemimpin mempunyai ciri khas dan karakter tersendiri dalam memimpin. Dengan cita-cita yang sama, mereka berupaya untuk mencetak tinta emas sejarah perjuangan. Mereka mengucapkan ikrar setia untuk mengabdi di tanah air Indonesia. Ikrar yang diucapkannya adalah janji besar kepada rakyat dan Tuhan nya. Ikrar itu berisikan tentang komitmen untuk memimpin dan mengabdikan jiwa, raga dan harta nya, membawa negeri ini menuju ke arah perubahan. Perubahan seperti apa yang kita butuhkan?
 Kompleksitas permasalahan yang selalu mewarnai layar TV menjadi PR besar yang belum terselesaikan dari masa ke masa. Sekarang semakin liar prilaku menyimpang setingkat pejabat sampai pada kenakalan masyarakat akar rumput. KKN, kesenjangan sosial, ekonomi global, kriminalitas, kompleksitas masalah menjadi pemandangan pahit yang mewarnai pandangan kita. Ini adalah bagian kecil dari peran pemimpin untuk menjadi solusi umat, mengentaskan Indonesia dari kezaliman dan kerusakan.
Kini rakyat Indonesia menanti siapakah yang akan menjadi pemimpin Indonesia di 2014 nanti? Siapa pun mempunyai peluang untuk menjadi pemimpin. Tetapi tidak semua orang pantas dan bisa memimpin dengan baik. Fitrahnya setiap manusia dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, minimal untuk memimpin dirinya sendiri. Tetapi untuk memimpin negeri ini tidak cukup hanya dengan kekuatan fisik saja. Bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar mempunyai kualitas dan kapasitas sebagai seorang pemimpin.
Syarat utama yang bagi pemimpin adalah dia orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Disamping kemampuan penting lainnya dalam memimpin, beriman dan bertaqwa menjadi syarat wajib yang harus bagi seorang pemimpin. Keimanan dan ketaqwaan adalah cahaya yang akan mempengaruhi akhlaq, persepsi dan arah langkah dalam bergerak. Kesadaran akan pertanggunjawaban terhadap rakyat dan Tuhannya adalah kekuatan diri yang tidak lepas dari integritas semangat nasionalisme yang mendarah daging dan spiritual yang menyatu. Melihat kondisi Indonesia sekarang, krisis moral dan kepercayaan menduduki permasalahan teratas yang sangat parah. Krisis moralitas merambah disetiap lini kehidupan. Kepercayaan rakyat yang kian memudar terhadap pemerintah dan aparatur negara bukan menjadi hal yang baru lagi. Artinya permasalah moral dan spiritual seorang pemimpin menjadi kunci pokok yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.
Seorang pemimpin harus mempuyai niat yang lurus dan visi yang jelas. Ketika status pemimpin sudah melekat di pundak maka semua kepentingan individu dan golongan tidak boleh di campur adukkan dengan kepentingan rakyat. Fenomena yang terjadi di Indonesia selama ini, setiap pemimpin yang terpilih datang dengan membawa misi ganda. Selain berperan menjadi pemimpin, mereka juga membawa misi pribadi, partai maupun golongan. Mungkin hal ini sah-sah saja, namun menjadi catatan penting bahwa seorang pemimpin tidak boleh melalaikan tugas utamanya untuk negara. Karena pemimpin itu dipilih untuk memilih dan bergerak sesuai dengan UU yang berlaku.
Seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang kuat dan kepekaan sosial yang melekat. Artinya cerdas individu dan sosial. Cerdas individu artinya mempunyai kecerdasan mental, spiritual, dan intelektual yang terinternalisadi dalam akhlaknya. Kemudian mempunyai kepekaan sosial, peduli dan peka terhadap dinamika kondisi rakyat. Seorang pemimpin harus sigap dan cermat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang berpotensi untuk mengancam negara.
Seorang pemimpin harus bisa memimpin dengan baik. Memimpin artinya membangun dan mengorganisasikan setiap elemen yang ada untuk mencapai cita-cita Indonesia. Pemimpin yang ideal dalam memimpin adalah pemimpin yang menguasai kecakapan-kecakapan dan strategi yang dibutuhkan dalam memimpin. Karena stabilitas suatu negara berada di tangan pemimpin.
Kunci baik buruknya suatu pemerintahan adalah pada aparatur negaranya. Aparatur negara itu ibarat roda yang bertanggungjawab menjalankan pemerintahan. Dan presiden lah yang bertanggungjawab terhadap kemana roda itu akan berputar. Presiden dan aparatur negara menduduki posisi yang strategis dalam menentukan masa depan bangsanya. Mereka ibarat malaikat yang menjadi pelindung rakyat. Seburuk-buruknya bangsa dimulai dari kebobrokan pemerintah yang berkuasa. Jika keburukan terjadi di setiap lapisan masyarakat, maka perlu dipertanyakan bagaimana akhlaq para pemimpinnya. Karena pemimpin adalah panutan utama sekaligus penggerak bagi rakyat.
Selanjutnya, kemuliaan seorang pemimpin berada pada integritas yang dimilikinya. Integritas adalah sikap yang menjunjung tinggi kode etik profesi dan bertindak konsisten sesuai dengan nilai dan kebijakan yang belaku walaupun dalam keadaan sesulit apapun untuk melakukannya. Dalam kondisi apapun seorang pemimpin yang bijak akan bersikap jujur dan terbuka di hadapan publik. Kebenaran menjadi satu prinsip yang harus di pegang teguh. Kerja keras yang dilakukan adalah semata untuk memuliakan bangsa dan rakyat. Bukan pujian dan penghargaan dari manusia semata yang di harapkan oleh pemimpin yang bijaksana, tetapi semata karena mengharapkan kemuliaan yang abadi dihadapan Tuhan nya.

Hadirnya seorang pemimpin yang terbaik dari yang terbaik semoga menjadi jawaban penantian kita selama ini. Pemimpin yang dapat membawa Indonesia menuju kearah perubahan yang lebih baik, baik, dan lebih baik lagi. Aamiin.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...