68 tahun sudah Indonesia merdeka. Banyak catatan kelam masa lalu
yang patut di hargai. Sejarah itu menjadi bukti perjuangan para pemimpin terdahulu.
Sejarah banyak menceritakan kepada kita bahwa perjuangan untuk mencapai
kemerdekaan itu bukan sesuatu yang mudah. Kemerdekaan itu perlu proses, kemerdekaan
ini tidak lepas dari penderitaan panjang dan kemerdekaan ini dimenangkan oleh
orang-orang yang tidak lelah untuk berjuang. Titik kemerdekaan itu menjadi
bukti kerja keras dan kegigihan para pahlawan dalam mengangkat harga diri
Indonesia di mata dunia. Kemerdekaan adalah misi besar menuju perbaikan
Indonesia yang abadi. Dan kemerdekaan ini tidak lepas dari peran besar seorang
pemimpin.
Sejak 1945 silih berganti terjadi
periodesasi kepemimpinan di Indonesia. Setiap pemimpin mempunyai ciri khas dan
karakter tersendiri dalam memimpin. Dengan cita-cita yang sama, mereka berupaya
untuk mencetak tinta emas sejarah perjuangan. Mereka mengucapkan ikrar setia untuk
mengabdi di tanah air Indonesia. Ikrar yang diucapkannya adalah janji besar kepada
rakyat dan Tuhan nya. Ikrar itu berisikan tentang komitmen untuk memimpin dan
mengabdikan jiwa, raga dan harta nya, membawa negeri ini menuju ke arah
perubahan. Perubahan seperti apa yang kita butuhkan?
Kompleksitas permasalahan
yang selalu mewarnai layar TV menjadi PR besar yang belum terselesaikan dari masa
ke masa. Sekarang semakin liar prilaku menyimpang setingkat pejabat sampai pada
kenakalan masyarakat akar rumput. KKN, kesenjangan sosial, ekonomi global,
kriminalitas, kompleksitas masalah menjadi pemandangan pahit yang mewarnai pandangan
kita. Ini adalah bagian kecil dari peran pemimpin untuk menjadi solusi umat,
mengentaskan Indonesia dari kezaliman dan kerusakan.
Kini rakyat Indonesia menanti siapakah yang akan menjadi pemimpin
Indonesia di 2014 nanti? Siapa pun mempunyai peluang untuk menjadi pemimpin. Tetapi
tidak semua orang pantas dan bisa memimpin dengan baik. Fitrahnya setiap
manusia dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, minimal untuk memimpin
dirinya sendiri. Tetapi untuk memimpin negeri ini tidak cukup hanya dengan kekuatan
fisik saja. Bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar mempunyai
kualitas dan kapasitas sebagai seorang pemimpin.
Syarat utama yang bagi pemimpin adalah dia orang yang beriman dan
bertaqwa kepada Allah swt. Disamping kemampuan penting lainnya dalam memimpin,
beriman dan bertaqwa menjadi syarat wajib yang harus bagi seorang pemimpin.
Keimanan dan ketaqwaan adalah cahaya yang akan mempengaruhi akhlaq, persepsi
dan arah langkah dalam bergerak. Kesadaran akan pertanggunjawaban terhadap
rakyat dan Tuhannya adalah kekuatan diri yang tidak lepas dari integritas
semangat nasionalisme yang mendarah daging dan spiritual yang menyatu. Melihat kondisi
Indonesia sekarang, krisis moral dan kepercayaan menduduki permasalahan teratas
yang sangat parah. Krisis moralitas merambah disetiap lini kehidupan. Kepercayaan
rakyat yang kian memudar terhadap pemerintah dan aparatur negara bukan menjadi
hal yang baru lagi. Artinya permasalah moral dan spiritual seorang pemimpin menjadi
kunci pokok yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.
Seorang pemimpin harus mempuyai niat yang lurus dan visi yang jelas.
Ketika status pemimpin sudah melekat di pundak maka semua kepentingan individu
dan golongan tidak boleh di campur adukkan dengan kepentingan rakyat. Fenomena yang
terjadi di Indonesia selama ini, setiap pemimpin yang terpilih datang dengan membawa
misi ganda. Selain berperan menjadi pemimpin, mereka juga membawa misi pribadi,
partai maupun golongan. Mungkin hal ini sah-sah saja, namun menjadi catatan
penting bahwa seorang pemimpin tidak boleh melalaikan tugas utamanya untuk
negara. Karena pemimpin itu dipilih untuk memilih dan bergerak sesuai dengan UU
yang berlaku.
Seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang kuat dan kepekaan
sosial yang melekat. Artinya cerdas individu dan sosial. Cerdas individu
artinya mempunyai kecerdasan mental, spiritual, dan intelektual yang
terinternalisadi dalam akhlaknya. Kemudian mempunyai kepekaan sosial, peduli
dan peka terhadap dinamika kondisi rakyat. Seorang pemimpin harus sigap dan
cermat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang berpotensi untuk mengancam
negara.
Seorang pemimpin harus bisa memimpin dengan baik. Memimpin artinya
membangun dan mengorganisasikan setiap elemen yang ada untuk mencapai cita-cita
Indonesia. Pemimpin yang ideal dalam memimpin adalah pemimpin yang menguasai
kecakapan-kecakapan dan strategi yang dibutuhkan dalam memimpin. Karena stabilitas
suatu negara berada di tangan pemimpin.
Kunci baik buruknya suatu pemerintahan adalah pada aparatur
negaranya. Aparatur negara itu ibarat roda yang bertanggungjawab menjalankan
pemerintahan. Dan presiden lah yang bertanggungjawab terhadap kemana roda itu
akan berputar. Presiden dan aparatur negara menduduki posisi yang strategis
dalam menentukan masa depan bangsanya. Mereka ibarat malaikat yang menjadi
pelindung rakyat. Seburuk-buruknya bangsa dimulai dari kebobrokan pemerintah
yang berkuasa. Jika keburukan terjadi di setiap lapisan masyarakat, maka perlu
dipertanyakan bagaimana akhlaq para pemimpinnya. Karena pemimpin adalah panutan
utama sekaligus penggerak bagi rakyat.
Selanjutnya, kemuliaan seorang pemimpin berada pada integritas yang
dimilikinya. Integritas adalah sikap yang menjunjung tinggi kode etik profesi
dan bertindak konsisten sesuai dengan nilai dan kebijakan yang belaku walaupun
dalam keadaan sesulit apapun untuk melakukannya. Dalam kondisi apapun seorang
pemimpin yang bijak akan bersikap jujur dan terbuka di hadapan publik.
Kebenaran menjadi satu prinsip yang harus di pegang teguh. Kerja keras yang
dilakukan adalah semata untuk memuliakan bangsa dan rakyat. Bukan pujian dan
penghargaan dari manusia semata yang di harapkan oleh pemimpin yang bijaksana,
tetapi semata karena mengharapkan kemuliaan yang abadi dihadapan Tuhan nya.
Hadirnya seorang pemimpin yang terbaik dari yang terbaik semoga
menjadi jawaban penantian kita selama ini. Pemimpin yang dapat membawa
Indonesia menuju kearah perubahan yang lebih baik, baik, dan lebih baik lagi.
Aamiin.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar
Komentar anda kami tunggu...