Kamis, 31 Oktober 2013

Menu Filsafat Edisi keLima


Bagaimana ketika kita ragu-ragu dalam berfikir filsafat? Filsafat adalah olah pikir, menjadikan manusia menjadi bimbang dan bingung, namun jangan sampai menjadikan ragu-ragu di dalam hati. karena hati adalah urusan akherat dan pikiran adalah urusan dunia. Sehingga perlu dalam menggunakan pikiran dan hati dalam mengarungi kehidupan ini. Ketika manusia mengalami keragu-raguan dalam berfikir dan beribadah maka intensifkan doa, dan memohon bimbingan kepada orang yang shaleh. Dalam beribadah tidak boleh ada keragu-raguan dalam hati namun harus ada kemantapan serta keyakinan atas ibadah yang dilakukan.

Tetapkan hati sebagai komandan dalam mengarungi kehidupan ini dan intensifkan doa

Bagaimana cara filsuf menyampaikan filsafatnya sehingga bisa terkenal hingga sekarang? Seorang filsuf terkadang tidak merasa sedang berfilsafat tetapi merasakan adanya proses berfikir. Socrates, tidak pernah merasakan sedang berfilsafat tetapi ingin memikirkan segala sesuatu kebenaran dibalik fenomena alam, terutama fenomena manusia. Ditulislah biografi Socrates oleh muridnya plato. Ternyata metode bertanya Socrates adalah salah satu metode dalam berfilsafat. Immanuel Kant terdesak oleh kondisi yang menekannya untuk mencari solusi pertentangan hebat antara kaum empiris dan kaum rasional (Rene Descartes). Ditulislah pemikiran Immanuel Kant dalam bukunya antara lain, The Critic of Empirism, The Critic of Radicalism.  Kritik Immanuel kant dalam artian berfikir kritis. Sehebat-hebatnya seorang filsuf jika pemikirannya tidak ditulis maka tidak akan terkenal. Contohnya seorang pemikir Jaya baya, tidak terkenal pemikirannya karena tidak ditulis.

Sebagai guru atau dosen sebaiknya filsafat apa yang dipilih? Untuk bisa memilih, harus mempunyai pengetahuan tentang filsafat.  Sebaiknya guru dan dosen memperbanyak bacaan filsafat. Namun untuk pemula tidak perlu membaca filsafat perenial, filsafat yang berusaha membuat satu agama, menyejajarkan semua agama yang ada di muka bumi ini dan dibandingkan antara agama yang satu dengan yang lain, dengan tujuan untuk mengkompromikan satu agama dengan agama yang lain. membaca filsafat ini dapat membuat bingung bagi pembaca. Misalnya, matinya tuhan.bagi orang awam akan merasa aneh, mengejutkan, tetapi bagi orang yang sudah sering berfikir filsafat sudah biasa, karena bahasa analog. Matinya tuhan artinya tuhan yang ada di dalam diri, orang yang sudah lupa dengan shalat nya, ada gejala kematian tuhan dalam diri. Tidak dapat diberikan mentah-mentah kepada masyarakat awam, sehingga harus memperhatikan ruang dan waktunya. Jadi sebagai pendidik bukan aliran filsafat apa yang digunakan tetapi implikasi apa yang diterapkan dalam pembelajaran. (berada dalam elegy peta pendidikan dunia).

Mengapa filsafat Immanuel Kant strategis? Immanuel Kant adalah filsuf hebat yang berada dalam muara, berfilsafat dengan belajar dari sungai manapun.
Filsafat lebih dari sekadar kualitatif, lebih berair dari sekadar air
lebih beruap dari sekadar uap
Berfilsafat adalah menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran kepada orang lain. yang berada di luar pikiran, kesulitannya adalah bagaimana dapat memahaminya. Bagi orang yang sudah memahami filsafat akan pilih-pilih karena dapat menilai. Pada zaman kontemporer seperti sekarang, kapitalis, liberalis, hedonism yang paling menonjol, spiritualism terpinggirkan. Manusia dihadapkan dalam kondisi kontemporer yang harus diseimbangkan dengan spiritualism. Tidak menolak pembaharuan ilmu tetapi tetap mengikat hati dengan spiritual.

Bagaimana sikap positivism itu dikatakan tidak percaya filsafat? Auguste Comte ingin memutus sejarah cara berfikir yang bertele-tele dalam berfilsafat. Mengembangkan cara berfikir praktis yang diperlukan dalam membangun dalam dunia baru.  Dunia yang dibangun oleh Auguste comte adalah dibawah spiritual, di atasnya tradisional dan ditengah modern. Dunia spiritual dianggap menghambat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemikiran Auguste Comte menjadi cikal bakal berkembangnya ilmu pengetahuan ilmu-ilmu psikologi, geologi, biologi, geografi, derifat dari positivism. Disinilah pokok tersingkir nya spiritualism, yang sekarang berkembang lagi dalam kapitalism oleh negara-negara barat utamanya Amerika. Yang di dewa-dewakan oleh dunia barat adalah ke kinian.
Bijaksananya orang barat dan orang timur itu berbeda, bijaksana nya orang barat adalah ketika mereka mampu mencari, sedang orang timur bijaksana nya adalah ketika mampu memberi.
Filsafat bukan disampaikan, tetapi manusia sendiri yang mencari dan menemukan. Untuk mencapai hakikat harus membaca, berfikir dan mencari sendiri. Setiap jawaban dalam filsafat dapat bernilai salah, sesuai dengan cara menjelaskan dan memberikan alasan.

Apakah ada hubungannya antara berfikir filsafat dengan berfikir liberal? Liberalism adalah politik. Liberal sudah banyak menggejala dalam lini kehidupan, misalnya saja dalam pendidikan, politik, beragama dan sebagainya. Ketika ada seorang politikus mengatakan bahwa Indonesia sudah menjadi liberal merasaasubstansi sudah kehilangan ruh pancasilanya. Tetapi dalam implikasinya demokrasi murni masih sulit untuk dicari-cari.

Bagaimana cara filsuf menyebarkan pemikirannya? Dengan berkarya, dapat di sampaikan pada dunia. Tidak dapat kapitalism dicegah. Dengan menulis menjadi sebuah buku untuk menginspirasi. Neokapitalism sampai sekarang tidak ada yang mampu mencegah.  Selain itu, kekuasaan menjadi jalan memudahkan penyebaran idealism dan pemikiran. Contohnya pembuatan, penerapan dan aplikasi kurikulum terbaru. Seberapa banyak orang mengkritisi namun jika tidak mempunyai kekuasaan tidak akan mampu banyak merubah.
Lebih baik mati dari pada tidak mengerti (Socrates)

Pemikiran filsafat zaman dahulu akankah berbeda dengan pemikiran zaman sekarang? Semua pangkal filsafat adalah dari Heraklitos dan Permenides, segala sesuatu itu berubah (Heraklitos), dan menurut Permenides (segala sesuatu itu tetap. Jika di belah dunia ini ada yang tetap dan berubah. yang tetap dan yang berubah adalah tergantung konteksnya. Jika dirunut maka pemikiran para filsuf zaman sekarang akan bermuara pada Permenides dan Heraklitos.


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...