Senin, 21 Oktober 2013

Menu Filsafat Edisi ke Dua


Bagaimana menjawab secara filsafat? Hal yang sederhana yang melekat dalam diri kita dapat dijadikan sebagai landasan dalam berfikir filsafat. Topik pembicaraan filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat sensitif terhadap ruang dan waktu artinya berada pada dimensi vertikal dan horizontal. Dan dimensi itu rumit tidak tunggal. Ibarat ketika menjawab pertanyaan dapat dibantah dengan penjelasan yang lebih holistik dan konprehensif. Dalam menjawab filsafat bukan masalah, benar atau salah, dan apa jawabannya namun bagaimana penjelasan dari jawaban itu berangkat dari bepikir filsafat, bagaimana menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dengan komprehensif dan cara berfikir filsafat. Berfikir filsafat adalah proses berfikir yang hidup dan menghidupkan. Hidup sehat dalam filsafat adalah hidup yang komprehensif, holistik dan harmonis artinya dinilai dari semua sudut pandang yang ada dan yang mungkin ada. Misal kebijakan Amerika yang membela  Israel saja adalah kasus persial yang terjadi pada dua negara.
Di dunia ini pasti ada titik keseimbangan, equilibrium.
Dalam skala spiritualitas harus senantiasa dipahami dengan doa. Menjawab filsafat dimensi minimalisyang harus diberikan adalah material, formal, normativ dan spiritual.  Jika naik sedikit akan menjadi spiritualitas, maka akan terkunci oleh keyakinan kita. Jika sampai pada titik spiritualitas maka ada kalanya kita menghentikan pikiran kita untuk merenungi apa yang kita pikirkan (elegi ritual ikhlas).
Apakah orang filsafat dan orang awam tidak boleh berbicara tentang khusyu’? Makna khusyu dalam filsafat adalah sebatas kemampuan kita. manusia tidak menjudge orang lain khusyu atau tidak. Makna khusyuk dalam filsafat sesuai dengan pengetahuan, gabungan dari logika, pengamatan dan pengalaman. Sehingga dalam berbicara filsafat harus mamasuki wilayah filsafat, meriver pikiran para filsuf. Omong kosong ketika berbicara filsafat tidak melihat pikiran para filsuf. Ketika berbicara idealita pun harus didasari pikiran seorang filsuf. Menurut
Menurut Plato segala sesuatu yang aku pikirkan bersifat idealita dan yang terlihat adalah contoh saja. Filsafat adalah akumulasi, setiap kata yang ada mewakili dunia nyata, dan dunia terkarakterisasi oleh kata dan kalimat.
Makna menangis menurut sudut pandang spiritual adalah khusyu', menurut filsafat tidak kuasa atau kuasa, menurut ilmu psikologi artinya terpengaruh oleh perasaan, menurut ilmu ekonomi artinya tidak punya uang, menurut politik bisa jadi karena dicopot dari jabatan. Konstruktivis nya pendidikan dapat ditingkatkan pada knstruktivitas nya filsafat.
Bagaimana konstruktivis pendidikan Vs filsafat? Dalam konstruktivis nya pendidikan maksimal hanya sampai pada Peaget saja. Dalam filsafat konstruktivis nya filsafat sampai pada Immanuel Kant dinaikkan lagi Aristoteles jika ditingkatkan lagi sampai pada kakek nya para filsuf yaitu Heraklitos (segala sesuatu tidak tatap) dan Permenides antitesis nya (segala sesuatu itu tetap). Hal ini akan membingungkan oleh orang diluar filsafat karena keduanya kontradiktif antara yang tetap dan tidak tetap. Maka harus dipahami dalam bahasa filsafat apa yang dimaksud dengan tetap dan tidak tetap.
Bagaimana kita mampu memahami hakikat seluruhnya? Manusia terbatas pada ruang dan waktu bahkan manusia sendiri terbatas. Yang sedikit belum tentu kita paham sepenuhnya apalagi sesuatu yang banyak. Padahal yang banyak itu masih kecil. Apalagi hakikat seluruh yang banyak itu. Yang lebih besar lagi, air laut yang ada jika digunakan untuk menuliskan ilmu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini tidak akan cukup. Mengetahui segalanya dalam hidup itu tidak akan menyenangkan dalam mencapai tujuan hidup. Contohnya saja jika kita mengetahui hakikat seluruhnya saudara kita maka kita tidak akan bisa tidur, menjadikan beban dalam pikiran kita. Manusia diberi keterbatasan adalah bagian dari nikmat, bersyukur ketika kita tidak mampu mengetahuai segala sesuatu. Akan berbahaya ketika kita mampu memahami hakikat segala sesuatu, menjadikan anti sosial.
Sehingga bersyukurlah ketika mempunyai keterbatasan untuk memahami segala sesuatu yang ada didunia ini, karena itu adalah bagian dari nikmat Allah untuk membelajarkan kita. Jadikanlah kelemahan ini sebagai motivasi bagi kita untuk terus belajar dan mencari pengetahuan yang kita butuhkan untuk kebahagian di dunia dan akhirat kelak...
Jumat 27 september 2013




0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...