Bagaimana menjawab secara
filsafat? Hal yang sederhana yang melekat dalam diri kita dapat dijadikan
sebagai landasan dalam berfikir filsafat. Topik pembicaraan filsafat adalah
semua yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat sensitif terhadap ruang dan waktu
artinya berada pada dimensi vertikal dan horizontal. Dan dimensi itu rumit
tidak tunggal. Ibarat ketika menjawab pertanyaan dapat dibantah dengan
penjelasan yang lebih holistik dan konprehensif. Dalam menjawab filsafat bukan
masalah, benar atau salah, dan apa jawabannya namun bagaimana penjelasan dari
jawaban itu berangkat dari bepikir filsafat, bagaimana menjelaskan jawaban dari
pertanyaan yang diberikan dengan komprehensif dan cara berfikir filsafat.
Berfikir filsafat adalah proses berfikir yang hidup dan menghidupkan. Hidup
sehat dalam filsafat adalah hidup yang komprehensif, holistik dan harmonis
artinya dinilai dari semua sudut pandang yang ada dan yang mungkin ada. Misal kebijakan
Amerika yang membela Israel saja adalah
kasus persial yang terjadi pada dua negara.
Di dunia ini pasti ada titik keseimbangan,
equilibrium.
Dalam skala spiritualitas
harus senantiasa dipahami dengan doa. Menjawab filsafat dimensi minimalisyang
harus diberikan adalah material, formal, normativ dan spiritual. Jika naik sedikit akan menjadi spiritualitas,
maka akan terkunci oleh keyakinan kita. Jika sampai pada titik spiritualitas
maka ada kalanya kita menghentikan pikiran kita untuk merenungi apa yang kita
pikirkan (elegi ritual ikhlas).
Apakah orang filsafat dan
orang awam tidak boleh berbicara tentang khusyu’? Makna khusyu dalam filsafat
adalah sebatas kemampuan kita. manusia tidak menjudge orang lain khusyu atau
tidak. Makna khusyuk dalam filsafat sesuai dengan pengetahuan, gabungan dari logika,
pengamatan dan pengalaman. Sehingga dalam berbicara filsafat harus mamasuki
wilayah filsafat, meriver pikiran para filsuf. Omong kosong ketika berbicara
filsafat tidak melihat pikiran para filsuf. Ketika berbicara idealita pun harus
didasari pikiran seorang filsuf. Menurut
Menurut Plato segala sesuatu yang aku pikirkan
bersifat idealita dan yang terlihat adalah contoh saja. Filsafat adalah
akumulasi, setiap kata yang ada mewakili dunia nyata, dan dunia
terkarakterisasi oleh kata dan kalimat.
Makna menangis menurut sudut
pandang spiritual adalah khusyu', menurut filsafat tidak kuasa atau kuasa, menurut
ilmu psikologi artinya terpengaruh oleh perasaan, menurut ilmu ekonomi artinya
tidak punya uang, menurut politik bisa jadi karena dicopot dari jabatan. Konstruktivis nya
pendidikan dapat ditingkatkan pada knstruktivitas nya filsafat.
Bagaimana konstruktivis
pendidikan Vs filsafat? Dalam konstruktivis nya pendidikan maksimal hanya sampai
pada Peaget saja. Dalam filsafat konstruktivis nya filsafat sampai pada Immanuel Kant dinaikkan lagi Aristoteles jika ditingkatkan lagi sampai pada kakek nya
para filsuf yaitu Heraklitos (segala sesuatu tidak tatap) dan Permenides
antitesis nya (segala sesuatu itu tetap). Hal ini akan membingungkan oleh orang
diluar filsafat karena keduanya kontradiktif antara yang tetap dan tidak tetap.
Maka harus dipahami dalam bahasa filsafat apa yang dimaksud dengan tetap dan
tidak tetap.
Bagaimana kita mampu memahami
hakikat seluruhnya? Manusia terbatas pada ruang dan waktu bahkan manusia
sendiri terbatas. Yang sedikit belum tentu kita paham sepenuhnya apalagi
sesuatu yang banyak. Padahal yang banyak itu masih kecil. Apalagi hakikat
seluruh yang banyak itu. Yang lebih besar lagi, air laut yang ada jika
digunakan untuk menuliskan ilmu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini
tidak akan cukup. Mengetahui segalanya dalam hidup itu tidak akan menyenangkan
dalam mencapai tujuan hidup. Contohnya saja jika kita mengetahui hakikat
seluruhnya saudara kita maka kita tidak akan bisa tidur, menjadikan beban dalam
pikiran kita. Manusia diberi keterbatasan adalah bagian dari nikmat, bersyukur
ketika kita tidak mampu mengetahuai segala sesuatu. Akan berbahaya ketika kita
mampu memahami hakikat segala sesuatu, menjadikan anti sosial.
Sehingga bersyukurlah ketika mempunyai
keterbatasan untuk memahami segala sesuatu yang ada didunia ini, karena itu
adalah bagian dari nikmat Allah untuk membelajarkan kita. Jadikanlah kelemahan
ini sebagai motivasi bagi kita untuk terus belajar dan mencari pengetahuan yang
kita butuhkan untuk kebahagian di dunia dan akhirat kelak...
Jumat 27 september 2013

0 komentar:
Posting Komentar
Komentar anda kami tunggu...