Senin, 07 Mei 2012

Tantangan abad 21 ini....



Tantangan abad 21 ini... Tantangan abad 21 ini menuntut siswa untuk berkembang mempunyai perangkat berfikir dan perangkat ketrampilan untuk menghadapi realitas baru. Abad knowledge area, dimana pengetahuan menjadi kebutuhan yang tidak terbatas untuk mencapai kesejahteraan manusia. Perkembangan ilmu dan teknologi informasi semakin berkembang sehingga tantangan hidup pun menjadi lebih kompleks. Namun, ini juga memberikan dampak kehidupan manusia yang lebih berkualitas. Peluang untuk meningkatkan kapasitas diri terbuka luas bagi siapapun yang ingin bergerak maju. Pun Indonesia sebagai negara berkembang tidak luput dari efek yang mendunia tersebut. Globalisasi ini menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan.
Saat ini, masih sering dijumpai proses belajar yang hanya melakukan transfer fakta dan informasi. Sehingga siswa hanya belajar dari apa yang di sampaikan guru. Belajar tentang fakta merupakan tingkatan terrendah dalam proses belajar. Ilmu yang didapatkan siswa sekedar ilmu praktis dan teoritis tapi kurang aplikatif. Padahal hakikat dari pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain meningkatkan intelektualitas tapi juga harus membawa kebermanfaatan. Belajar seharusnya tidak hanya mengajari bagaimana siswa dapat mengerjakan ulangan dan ujian sehingga mendapat nilai tinggi. Tetapi lebih dari bagaimana siswa dapat memanfaatkan dan mengembangkan ilmu yang ada untuk mendapatkan ide baru. Yakni, progresif dan inovatif memandang dunia masa depan.
Banyak realita yang menggambarkan bagaimana pelajar kehilang tujuannya. Jumlah mahasiswa Indonesia saat ini mencapai 4,8 juta orang. Sebesar 18,4% dari jumlah penduduk Indonesia. Masih jauh dari targetan yang disampaikan Muhammad Nuh, Mendiknas yang menargetkan 30% angka partisipasi kasar mahasiswa pada 2014. Meskipun masih jauh dari ideal namun jumlah ini sudah cukup bagus untuk membuat Indonesia berprestasi. Banyaknya akademisi tersebut belum memberikan efek yang signifikan dalam membangun perbaikan dalam kehidupan bernegara. Apa yang salah dengan proses pendidikan sekarang ini???
Kompleksitas hidup dalam beberapa tahun kedepan menjadi tantangan dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Ibarat suatu perusahaan dalam melakukan usaha produksinya. Suatu produk yang dibuat dengan bahan-bahan pilihan, menggunakan teknologi yang bagus dan di buat oleh tangan-tangan yang kompeten maka akan menghasilkan produk yang bagus yang memberikan kebermanfaatan yang lebih. Kemudian ditambah dengan manajemen yang teratur maka secara kuantitas pun mencapai targetan yang di rencanakan oleh perusaan.
Produk dari pendidikan merupakan output kualitas siswa, prestasi dan pengaruhnya dalam masyarakat dan lingkungannya. Proses belajar yang hanya sekedar mencapai target lulus atau mengejar penyampaian materi tidak akan mampu mencetak produk yang bagus. Sehingga grade tujuan proses belajar ini harus ditujukan untuk memcapai kemampuan hight order thinking (HOT) atau kemampuan berfikir tingkat tinggi. Yakni membentuk siswa untuk berfikir secara kritis, kreatif, analitis, aplikatif dan inovatif. Pengembangan hight order thinking ini memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan potensinya. Disamping itu juga pencapaian mutu dan standarisasi pendidikan yang telah ditentukan.
Untuk mengembangkan hight order thinking memang tidak mudah, namun bukan menjadi hal yang tidak mungkin. Hakikat manusia tidak ada yang bodoh, namun proses  perkembangan dirinya yang membuat tertinggal dengan orang lain. Proses pembiasaan siswa untuk berfikir kreatif, kritis, dan analitis menjadi kuncinya. Dalam berbagai disiplin ilmu dan mata pelajaran sekolah dapat dikembangkan kemampuan hight order thinking. Orang yang terbiasa untuk berfikir tingkat tinggi merupakan tipe orang yang solutif dan up to date terhadap perkembangan zaman. Lebih mudah dalam beradaptasi terhadap tantangan perkembangan zaman. Terbiasa untuk menghadapi persoalan yang tidak rutin membuat otak terbiasa untuk berfikir kreatif dan imajinatif.
Pengembangan hight order thinking ini merupakan upaya yang cerdas yang dapat meningkaatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika setiap pendidik mampu mengaplikasikan dan mempunyai metode yang tepat dalam mengembangkan kemampuan siswa maka akan sangat mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Permasalahan pendidikan ini tidak melulu masalah kelulusan UAN, kebodohan dan ketertinggalan namun lebih kepada inovasi dan prestasi. Sehingga diperlukan inovasi dan ide pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut baik dari para akademisi, pendidik maupun peneliti dibidangnya. 

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...