Tantangan abad 21 ini... Tantangan abad 21 ini menuntut siswa untuk berkembang mempunyai
perangkat berfikir dan perangkat ketrampilan untuk menghadapi realitas baru.
Abad knowledge area, dimana pengetahuan menjadi kebutuhan yang tidak
terbatas untuk mencapai kesejahteraan manusia. Perkembangan ilmu dan teknologi
informasi semakin berkembang sehingga tantangan hidup pun menjadi lebih
kompleks. Namun, ini juga memberikan dampak kehidupan manusia yang lebih
berkualitas. Peluang untuk meningkatkan kapasitas diri terbuka luas bagi
siapapun yang ingin bergerak maju. Pun Indonesia sebagai negara berkembang
tidak luput dari efek yang mendunia tersebut. Globalisasi ini menjadi tantangan
besar dalam dunia pendidikan.
Saat ini, masih sering dijumpai proses belajar yang hanya melakukan
transfer fakta dan informasi. Sehingga siswa hanya belajar dari apa yang di
sampaikan guru. Belajar tentang fakta merupakan tingkatan terrendah dalam
proses belajar. Ilmu yang didapatkan siswa sekedar ilmu praktis dan teoritis
tapi kurang aplikatif. Padahal hakikat dari pendidikan adalah untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain meningkatkan intelektualitas tapi
juga harus membawa kebermanfaatan. Belajar seharusnya tidak hanya mengajari
bagaimana siswa dapat mengerjakan ulangan dan ujian sehingga mendapat nilai
tinggi. Tetapi lebih dari bagaimana siswa dapat memanfaatkan dan mengembangkan
ilmu yang ada untuk mendapatkan ide baru. Yakni, progresif dan inovatif
memandang dunia masa depan.
Banyak realita yang menggambarkan bagaimana pelajar kehilang
tujuannya. Jumlah mahasiswa Indonesia saat ini
mencapai 4,8 juta orang. Sebesar 18,4% dari jumlah penduduk Indonesia. Masih
jauh dari targetan yang disampaikan Muhammad Nuh, Mendiknas yang menargetkan 30%
angka partisipasi kasar mahasiswa pada 2014. Meskipun masih jauh dari ideal
namun jumlah ini sudah cukup bagus untuk membuat Indonesia berprestasi. Banyaknya
akademisi tersebut belum memberikan efek yang signifikan dalam membangun
perbaikan dalam kehidupan bernegara. Apa yang salah dengan proses pendidikan
sekarang ini???
Kompleksitas hidup dalam beberapa tahun kedepan menjadi tantangan
dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Ibarat suatu perusahaan dalam
melakukan usaha produksinya. Suatu produk yang dibuat dengan bahan-bahan
pilihan, menggunakan teknologi yang bagus dan di buat oleh tangan-tangan yang
kompeten maka akan menghasilkan produk yang bagus yang memberikan
kebermanfaatan yang lebih. Kemudian ditambah dengan manajemen yang teratur maka
secara kuantitas pun mencapai targetan yang di rencanakan oleh perusaan.
Produk dari pendidikan merupakan output kualitas siswa, prestasi
dan pengaruhnya dalam masyarakat dan lingkungannya. Proses belajar yang hanya
sekedar mencapai target lulus atau mengejar penyampaian materi tidak akan mampu
mencetak produk yang bagus. Sehingga grade tujuan proses belajar ini harus
ditujukan untuk memcapai kemampuan hight order thinking (HOT) atau kemampuan
berfikir tingkat tinggi. Yakni membentuk siswa untuk berfikir secara kritis,
kreatif, analitis, aplikatif dan inovatif. Pengembangan hight order thinking ini
memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan potensinya. Disamping itu juga pencapaian mutu dan standarisasi pendidikan yang telah ditentukan.
Untuk mengembangkan hight order thinking memang tidak mudah,
namun bukan menjadi hal yang tidak mungkin. Hakikat manusia tidak ada yang
bodoh, namun proses perkembangan dirinya
yang membuat tertinggal dengan orang lain. Proses pembiasaan siswa untuk
berfikir kreatif, kritis, dan analitis menjadi kuncinya. Dalam berbagai disiplin ilmu dan mata pelajaran sekolah dapat dikembangkan
kemampuan hight order thinking. Orang yang terbiasa untuk berfikir
tingkat tinggi merupakan tipe orang yang solutif dan up to date terhadap perkembangan zaman. Lebih mudah dalam beradaptasi
terhadap tantangan perkembangan zaman. Terbiasa untuk menghadapi persoalan yang
tidak rutin membuat otak terbiasa untuk berfikir kreatif dan imajinatif.
Pengembangan hight order thinking ini merupakan upaya yang
cerdas yang dapat meningkaatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika setiap
pendidik mampu mengaplikasikan dan mempunyai metode yang tepat dalam mengembangkan
kemampuan siswa maka akan sangat mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan
di Indonesia. Permasalahan pendidikan ini tidak melulu masalah kelulusan UAN,
kebodohan dan ketertinggalan namun lebih kepada inovasi dan prestasi. Sehingga diperlukan
inovasi dan ide pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut baik dari
para akademisi, pendidik maupun peneliti dibidangnya.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentar anda kami tunggu...