Pentingnya Menata Hati
![]() |
| hati-hati, dengan hati... |
Baik
buruk prilaku manusia adalah ditentukan oleh apa yang ada di dalam hatinya.
Jika hatinya bersih dan suci, tidak ada penyakit hati di dalamnya maka maka
akan terpancar dengan indah dan santunnya akhlaknya. Namun jika hari kotor dan
penuh noda, maka secara otomatis akan terlihat dari prilakunya yang tidak
beraturan dan liar.
Setiap hati manusia memiliki dua
potensi yaitu potensi untuk terbentuk menjadi hati yang bersih dan potensi
untuk menjadi hati yang penuh dengan kekotoran dan mati. Potensi ini akan
muncul sesuia dengan apa yang diinginkan oleh si pemilik hati. Jika kita
berusaha menjaga hati ini dengan baik, yaitu dengan menundukkan hawa nafsu kita
maka kita akan menjadi pemenangnya. Hati nurani kita bisa menguasai ego yang
ada di dalam diri kita. Namun jika kita hanya mengikuti apa yang kita inginkan
tidak memandang baik buruknya, serta akibat yang ditimbulkan artinya nurani kita telah terkalahkan oleh
nafsu dan ego yang di motori oleh syetan.
Hati itu merupakan tempat
tersimpanya semua rahasia perasaan batiniah manusia. Tidak ada orang yang dapat
mengetahui apa yang tersimpan di hati orang lain. Apa yang ada dihati hanya
diri kita dan Allah sajalah yang tau. Isi hati setiap manusia tidak dapat
diraba dan tidak pula dapat dideteksi. Seakan-akan menjadi sesuatu yang ghaib.
Namun, isi hati seorang manusia dapat dianalisa dan terlihat dari tingkah
lakunya yang ditampakkannya.
Secara fisik hati merupkan organ
dalam tubuh manusia yang dilindungi oleh cairan empedu yang berfungsi untuk
menawarkan racun. Jika hati kita terserang racun yang berupu bakteri atau virus
maka cairan empedu tersebut dapat dengan mudah melumpuhkan dan mematikannya.
Namun jika virus yang masuk ke dalam hari itu berupa penyakit hati berupa, rasa
dengki, pamer atau riya’, sombong, iri hati, hasut dan lain-lain. Apakah cairan
empedu itu dapat menghilangkannya? Tentu saja tidak. Bahkan seorang dokter
spesialis hatipun tidak dapat mengobati penyakit hati tersebut. Sampai sekarang
dunia kedokteran belum mampu menemukan
obat khusus untuk mengobati penyakit hati.
Keras dan lembunya hati manusia itu
tergantung bagaimana manusia melatih dan menjaga hatinya. Hati yang keras dan
mati tidak akan dapat menerima kebenaran yang ada dihadapannya. Kecuali ada hidayah
dari Allah yang diberikan kepada sang pemilik hati. Hidayah itupun tidak mudah
serta merta bisa datang kepada kita. Namun pirlu factor internal dalam diri
kita untuk menemukan hidayah tersebut.
"Dan apakah orang yang sudah
mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang,
yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia,
serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali
tidak dapat keluar dari padanya."
(Al-An'am : 122)
Allah akan menerima ibadahnya
seorang hamba yang hatinnya bersih dari penyakit hari. Maka untuk mencapai
kesempurnaan dalam beribadah kita perlu selalu mengkondisikan hati kita dalam
keadaan tenang. Kita bisa merasakan ketika kita beribadah kepada Allah dalam
keadaan gugup, banyak pikiran dan tidak konsentrasi. Bisa dipastikan kita akan
kelupaan entah jumlah rakaatnya, ataupun bacaannya. Tidak sadar dengan apa yang
dilakukannya. Karena yang ada diotak hanya bayangan-bayangan semu tentang apa
yang akan kita lakukan, memikirkan urusan-urusan duniawi. Secara tidak langsung
kita telah menduakan Allah dengan sesuatu yang lain. N’uzzubillah.
Sholat adalah aktivitas ibadah yang
dapat mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Artinya kita menghadap Allah. Jika manusia
senantiasa mencoba dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah
pun akan semakin dekat dengan makhluknya. Sehingga akan sangat sia-sia sekali
jika dalam sholat, kita tidak menghadirkan Allah di sana. Dan gerakan-gerakan
serta bacaan sholat itu hanya sekedar formalitas saja. Sehingga pengkondisian
hati untuk selalu menghadirkan Allah adalah sangat penting. Menyangkut pahala
dan nilai dalam sholat itu sendiri.
Sangat sulit untuk dapat menjaga
ketenangan dan menghindarkan hari untuk terhindar dari penyakit hati. Setiap
indra dan tubuh manusia miliki potensi untuk memunculkan perbuatan dosa. Dari
mulai mata, tangan, telinga, mulut dan lainnya. Ada beberapa cara untuk selalu
menjaga hati, antara lain: selalu membaca al-Qur’an dengan disertai memahami
dan mentadaburi maknanya, sholat malam dengan penuh kekhusyukan, selalu
berkumpul dengan orang-orang sholeh yang dapat senantiasa mengajak kita kepada
kebaikan, selalu berdzikir kepada Alllah setiap waktu.
“…Sesungguhnya hanya dengan
mengingat Allahlah hati akan menjadi tenang.”

0 komentar:
Posting Komentar
Komentar anda kami tunggu...