Kamis, 03 Mei 2012

Pentingnya Menata Hati


Pentingnya Menata Hati

hati-hati, dengan hati...
hati-hati, dengan hati...
            Baik buruk prilaku manusia adalah ditentukan oleh apa yang ada di dalam hatinya. Jika hatinya bersih dan suci, tidak ada penyakit hati di dalamnya maka maka akan terpancar dengan indah dan santunnya akhlaknya. Namun jika hari kotor dan penuh noda, maka secara otomatis akan terlihat dari prilakunya yang tidak beraturan dan liar.
            Setiap hati manusia memiliki dua potensi yaitu potensi untuk terbentuk menjadi hati yang bersih dan potensi untuk menjadi hati yang penuh dengan kekotoran dan mati. Potensi ini akan muncul sesuia dengan apa yang diinginkan oleh si pemilik hati. Jika kita berusaha menjaga hati ini dengan baik, yaitu dengan menundukkan hawa nafsu kita maka kita akan menjadi pemenangnya. Hati nurani kita bisa menguasai ego yang ada di dalam diri kita. Namun jika kita hanya mengikuti apa yang kita inginkan tidak memandang baik buruknya, serta akibat yang ditimbulkan  artinya nurani kita telah terkalahkan oleh nafsu dan ego yang di motori oleh syetan.
            Hati itu merupakan tempat tersimpanya semua rahasia perasaan batiniah manusia. Tidak ada orang yang dapat mengetahui apa yang tersimpan di hati orang lain. Apa yang ada dihati hanya diri kita dan Allah sajalah yang tau. Isi hati setiap manusia tidak dapat diraba dan tidak pula dapat dideteksi. Seakan-akan menjadi sesuatu yang ghaib. Namun, isi hati seorang manusia dapat dianalisa dan terlihat dari tingkah lakunya yang ditampakkannya.
            Secara fisik hati merupkan organ dalam tubuh manusia yang dilindungi oleh cairan empedu yang berfungsi untuk menawarkan racun. Jika hati kita terserang racun yang berupu bakteri atau virus maka cairan empedu tersebut dapat dengan mudah melumpuhkan dan mematikannya. Namun jika virus yang masuk ke dalam hari itu berupa penyakit hati berupa, rasa dengki, pamer atau riya’, sombong, iri hati, hasut dan lain-lain. Apakah cairan empedu itu dapat menghilangkannya? Tentu saja tidak. Bahkan seorang dokter spesialis hatipun tidak dapat mengobati penyakit hati tersebut. Sampai sekarang dunia kedokteran  belum mampu menemukan obat khusus untuk mengobati penyakit hati.    
            Keras dan lembunya hati manusia itu tergantung bagaimana manusia melatih dan menjaga hatinya. Hati yang keras dan mati tidak akan dapat menerima kebenaran yang ada dihadapannya. Kecuali ada hidayah dari Allah yang diberikan kepada sang pemilik hati. Hidayah itupun tidak mudah serta merta bisa datang kepada kita. Namun pirlu factor internal dalam diri kita untuk menemukan hidayah tersebut.
            "Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
            Allah akan menerima ibadahnya seorang hamba yang hatinnya bersih dari penyakit hari. Maka untuk mencapai kesempurnaan dalam beribadah kita perlu selalu mengkondisikan hati kita dalam keadaan tenang. Kita bisa merasakan ketika kita beribadah kepada Allah dalam keadaan gugup, banyak pikiran dan tidak konsentrasi. Bisa dipastikan kita akan kelupaan entah jumlah rakaatnya, ataupun bacaannya. Tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Karena yang ada diotak hanya bayangan-bayangan semu tentang apa yang akan kita lakukan, memikirkan urusan-urusan duniawi. Secara tidak langsung kita telah menduakan Allah dengan sesuatu yang lain. N’uzzubillah.
            Sholat adalah aktivitas ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Artinya kita menghadap Allah. Jika manusia senantiasa mencoba dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah pun akan semakin dekat dengan makhluknya. Sehingga akan sangat sia-sia sekali jika dalam sholat, kita tidak menghadirkan Allah di sana. Dan gerakan-gerakan serta bacaan sholat itu hanya sekedar formalitas saja. Sehingga pengkondisian hati untuk selalu menghadirkan Allah adalah sangat penting. Menyangkut pahala dan nilai dalam sholat itu sendiri.
            Sangat sulit untuk dapat menjaga ketenangan dan menghindarkan hari untuk terhindar dari penyakit hati. Setiap indra dan tubuh manusia miliki potensi untuk memunculkan perbuatan dosa. Dari mulai mata, tangan, telinga, mulut dan lainnya. Ada beberapa cara untuk selalu menjaga hati, antara lain: selalu membaca al-Qur’an dengan disertai memahami dan mentadaburi maknanya, sholat malam dengan penuh kekhusyukan, selalu berkumpul dengan orang-orang sholeh yang dapat senantiasa mengajak kita kepada kebaikan, selalu berdzikir kepada Alllah setiap waktu.
“…Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allahlah hati akan menjadi tenang.”

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...