Kamis, 03 Mei 2012

Pendidikan, Mencetak Orang Pinter yang Bener


Pendidikan, Mencetak Orang Pinter  yang  Bener


          Pendidikan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dirumuskan maka membutuhkan perencanaan yang matang. Karena pendidikan merupakan unsur pembangunan yang mutlak dibutuhkan.
           Tujuan pendidikan Indonesia telah termaktup dalam UUD 1945. Yaitu penyelenggaraan pendidikan adalah dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dahulu pendidikan hanyalah dipandang sebagai sarana untuk dapat menguasai bahasa. Hanya sekedar dapat menghitung dan menulis, memberantas buta huruf. Itulah tujuan paradigma pendidikan dalam periode lama. Namun, dalam paradigm ini manusia seakan-akan hanya dicetak untuk sekedar tau tidak menuntut manusia, produk pendidikan menjadi manusia yang mampu mengembangkan ilmu.
        Akhirnya, muncullah paradigma baru dalam pendidikan. Pendidikan diarahkan dalam rangka menyiapkan masa depan bangsa di era global yang kompetitif. (Renstra Pendidikan.Nasional 2005-2009). Yaitu dengan memberdayakan semua warga Negara Indonesia menjadi manusia yang berkualitas, sehingga dapat proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
          Tujuan pendidikan paradigma baru ini telah sedikit demi sedikit tercapai. Produk pendidikan Indonesia sekarang bukan hanya mencetak manusia yang cerdas tapi juga dapat mengikuti derasnya arus global. Meskipun belum sampai ketaraf bersaing dengan dunia global.
            Dalam dunia yang semakin menggelobal seperti sekarang. Derasnya arus globalisasi merupakan tantangan setiap bangsa di setiap penjuru dunia. Karenanya produk dari pendidikan itu sendiri harus berupa produk yang siap memanfaatkan kepinteranya untuk kemaslahatan.
            Perencanaan pendidikan Indonesia dengan kurikulum yang semakin bagus. Menjadikan banyak mencetak generasi masa depan yang pinter, kompetitif dan intelek. Ini dapat kita lihat dari prestasi Indonesia dalam berbagai kompetisi dengan Negara lain. Indonesia bisa memanpakkan diri dan mampu bersaing.
   Dari prestasi Indonesia mulai mampu bersaing dengan negara lain. Dalam bidang akademik, olimpiade misalnya para saintis dari Indonesia mampu mempersembahkan hasil yang cukup membanggakan. Calon saintis-saintis kecil mulai bermunculan. Dalam sea games tahun ini Indonesia menduduki level prestasi teratas dengan mendapatkan emas, perak dan perunggu terbanyak. Ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dalam olahraga.
            Banyak produk pendidikan Indonesia yang berkualitas. Tetapi tidak semua yang berkualitas itu dapat mengabdikan dirinya, kepinterannya, dan idenya itu untuk kemaslahatan dan membangun bangsa. Malainkan untuk kemaslahatan diri sendiri. Itulah masalah yang membutuhkan pemikiran yang dalam.
               Manusia pintar yang benar adalah produk dari pendidikan. Manusia yang pintar tetapi tidak benar, suka terhadap kerusakan juga merupakan produk pendidikan. Lalu apa yang salah dengan pendidikan di Indonesia?
             Dalam berbagai media masa tak henti-hentinya diwacanakan tentang tingkah manusia Indonesia yang kelakuannya tidak manusiawi. Membunuh, korupsi, pemerkosaan dan kelakuan keji lainnya. Ini menunjukkan bahwa masih ada produk pendidikan Indonesia yang moralnya tidak beres. Padahal kebanyakan yang melakukan hal tersebut adalah orang-orang yang berpendidikan dan berintelektual.
             Perencanaan pendidikan Indonesia sekarang lebih baik. Muatan tidak hanya menuntut manusia untuk menjadi manusia yang intelek, bertaqwa, kompetitif dan berkembang. Namun akan lebih baik lagi jika dalam pelaksanaannya lebih menekankan terhadap prestasi moral dan pembentukan pribadi yang matang (pendidikan karakter). Mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan atas diupyakan untuk berlatih loyal, mengembangkan rasa peduli terhadap sesame dan semangat untuk berkorban.
           Jika sudah demikian akan sangat mudah dalam mengembangkan kemampuan intelektualnya. Sehingga terbentuklah manusia-manusia Indonesia yang bener dan pinter. Calon-calon generasi pembangun bangsa. Pemimpin bangsa yang loyal dan mengutamakan ilmunya untuk kemaslahatan.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...