Pendidikan,
Mencetak Orang Pinter yang Bener
Pendidikan merupakan salah satu
aspek yang perlu diperhatikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dirumuskan
maka membutuhkan perencanaan yang matang. Karena pendidikan merupakan unsur
pembangunan yang mutlak dibutuhkan.
Tujuan pendidikan Indonesia telah termaktup
dalam UUD 1945. Yaitu penyelenggaraan pendidikan adalah dalam rangka untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa. Dahulu pendidikan hanyalah dipandang sebagai
sarana untuk dapat menguasai bahasa. Hanya sekedar dapat menghitung dan
menulis, memberantas buta huruf. Itulah tujuan paradigma pendidikan dalam
periode lama. Namun, dalam paradigm ini manusia seakan-akan hanya dicetak untuk
sekedar tau tidak menuntut manusia, produk pendidikan menjadi manusia yang
mampu mengembangkan ilmu.
Akhirnya, muncullah paradigma baru
dalam pendidikan. Pendidikan diarahkan dalam rangka menyiapkan masa depan
bangsa di era global yang kompetitif. (Renstra Pendidikan.Nasional 2005-2009).
Yaitu dengan memberdayakan semua warga Negara Indonesia menjadi manusia yang
berkualitas, sehingga dapat proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah.
Tujuan pendidikan paradigma baru ini
telah sedikit demi sedikit tercapai. Produk pendidikan Indonesia sekarang bukan
hanya mencetak manusia yang cerdas tapi juga dapat mengikuti derasnya arus
global. Meskipun belum sampai ketaraf bersaing dengan dunia global.
Dalam dunia yang semakin menggelobal
seperti sekarang. Derasnya arus globalisasi merupakan tantangan setiap bangsa
di setiap penjuru dunia. Karenanya produk dari pendidikan itu sendiri harus
berupa produk yang siap memanfaatkan kepinteranya untuk kemaslahatan.
Perencanaan pendidikan Indonesia
dengan kurikulum yang semakin bagus. Menjadikan banyak mencetak generasi masa
depan yang pinter, kompetitif dan intelek. Ini dapat kita lihat dari prestasi
Indonesia dalam berbagai kompetisi dengan Negara lain. Indonesia bisa
memanpakkan diri dan mampu bersaing.
Dari prestasi Indonesia mulai mampu bersaing dengan negara lain.
Dalam bidang akademik, olimpiade misalnya para saintis dari Indonesia mampu
mempersembahkan hasil yang cukup membanggakan. Calon saintis-saintis kecil
mulai bermunculan. Dalam sea games tahun ini Indonesia menduduki level prestasi
teratas dengan mendapatkan emas, perak dan perunggu terbanyak. Ini membuktikan
bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dalam olahraga.
Banyak produk pendidikan Indonesia yang
berkualitas. Tetapi tidak semua yang berkualitas itu dapat mengabdikan dirinya,
kepinterannya, dan idenya itu untuk kemaslahatan dan membangun bangsa.
Malainkan untuk kemaslahatan diri sendiri. Itulah masalah yang membutuhkan
pemikiran yang dalam.
Manusia pintar yang benar adalah
produk dari pendidikan. Manusia yang pintar tetapi tidak benar, suka terhadap
kerusakan juga merupakan produk pendidikan. Lalu apa yang salah dengan
pendidikan di Indonesia?
Dalam berbagai media masa tak
henti-hentinya diwacanakan tentang tingkah manusia Indonesia yang kelakuannya
tidak manusiawi. Membunuh, korupsi, pemerkosaan dan kelakuan keji lainnya. Ini
menunjukkan bahwa masih ada produk pendidikan Indonesia yang moralnya tidak
beres. Padahal kebanyakan yang melakukan hal tersebut adalah orang-orang yang
berpendidikan dan berintelektual.
Perencanaan pendidikan Indonesia
sekarang lebih baik. Muatan tidak hanya menuntut manusia untuk menjadi manusia
yang intelek, bertaqwa, kompetitif dan berkembang. Namun akan lebih baik lagi
jika dalam pelaksanaannya lebih menekankan terhadap prestasi moral dan
pembentukan pribadi yang matang (pendidikan karakter). Mulai dari tingkat
pendidikan dasar, menengah dan atas diupyakan untuk berlatih loyal,
mengembangkan rasa peduli terhadap sesame dan semangat untuk berkorban.
Jika sudah demikian akan sangat mudah dalam
mengembangkan kemampuan intelektualnya. Sehingga terbentuklah manusia-manusia
Indonesia yang bener dan pinter. Calon-calon generasi pembangun bangsa.
Pemimpin bangsa yang loyal dan mengutamakan ilmunya untuk kemaslahatan.

0 komentar:
Posting Komentar
Komentar anda kami tunggu...