Rabu, 06 November 2013

Menu Filsafat Edisi keEnam


Bagian 1
*Sejarah perkembangan ilmu filsafat
Kajian dalam filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Terdapat dua pendapat filsuf Pemenides dan Heraklitos yang menjadi cikal bakal perkembangan filsafat hingga sekarang. Menurut Permenides segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada bersifat tetap dan menurut Heraklitos segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada bersifat berubah. Kedua filsafat ini meliputi segala sesuatu yang menempatkan material diurutan paling bawah, formal, normative dan spiritual teratas. Setelah bertahun-tahun Plato menggembangkan ide Permenides dalam konsep idealism nya dan ide Heraklitos dikembangkan oleh murid Plato, Aristoteles dengan gagasan realism nya.
Idealism kemudian dikembangkandengan gagasan rasionalism yang bersifat analitik apriori oleh Rene Descartes. Dimana segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada selalu mempunyai koherensi. Realism dikembangkan lagi oleh David Hume dengan gagasan besarnya tentang empirisme yang bersifat sintetik apriori. Dimana segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada selalu mempunyai korelasi.
Pada perkembangan filsafat modern Immanuel Kant mensinergikan ide besar empirisme dan rasionalisme. Proses sinergi dilakukan dengan melibatkan intuisi pengalaman dalam ruang dan waktu. Agar menjadi ilmu logika turun dan pengalaman naik. Konsep keilmuan yang dicetuskan Immanuel Kant adalah sintesis apriori. Sintetik apriori adalah proses berfikir tertinggi yang melibatkan judgement (memutuskan, berpendapat) berada dalam teori bloom dan evaluai. Menurut Immanuel Kant pengambilan keputusan adalah bagian kecerdasan
Dalam sejarah perjalanan ilmu filsafat muncul seorang filsuf yang tidak menyukai cara berfikir filsafat yang di gagas oleh para filsuf terdahulu. Auguste Comte menentang ilmu filsafat yang ada terlalu teoritis, njlimet, dan kurang praktis dan aplikatif.  Auguste Comte menggagas konsep positivism yang menjadi tonggak perkembangan pluralism. Dimana menempatkan spiritual dibawah tradisional dan kemajuan teknologi dan tradisional di antara spiritual dan kemajuan teknologi dan informasi. Maka sekarang penguasa dunia adalah negara yang mampu mengembangkan teknologi, informasi dan komunikasi. Menekankan pada pengembangan ilmu sains dan melupakan hakikat dari keseimbangan alam.
Dampak dari pemikiran positivism, Auguste Comte adalah adanya power now yang tidak dapat dihentikan. Dimana empat pilar  power now tersebut adalah neo capitalism, neo hedonism, neo pragmatism dan neo utilitalian. Power now yang ada berpengaruh besar dari masa ke masa di setiap elemen masyarakat dari mulai archaic (masyarakat batu), masyarakat trimbal, tradisional, feudal, modern, post modern, dan post post modern (kontemporer). Melihat power now yang ada sekarang maka tidak ada solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pengaruhnya kecuali dengan meningkatkan spiritualitas (dzikir) mengingat Tuhan setiap waktu.
Perkembangan filsafat secara umum menjadikan pluralism dan monoisme. Pluralism berkembang dari teori Heraklitos yang mengagung-angungkan kehidupan dunia. Degan berbagai ilmu dan temuan tanpa batas. Dan monoism berkembang dari teori permenides, yang memandang kedalam akherat daripada kehidupan dunia. Berkat filsafat bermunculan berbagai disiplin ilmu antara lain gorgrafi, geologi, ontologi, epistimologi dan yang lainnya. Untuk menyeimbangkan kehidupan ini perlu mensinergikan antara pluralism dan monoism. Menerima dampak pluralism sebagai sarana mengikuti perkembangan ilmu dan tantangan majunya tingkat kehidupan dan tetap melandaskan segala sesuatu dengan spiritualism untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Komentar anda kami tunggu...