Rabu, 06 November 2013

Menu Filsafat Edisi keEnam

            *Bagian 2
Pembelajaran seperti apa yang perlu ditekankan oleh guru? Pendidikan yang menekankan pada constructivism. Keteladanan dalam pendidikan tidaklah cukup namun yang harus ditekankan dalam pendidikan adalah konstruksi. Ketika keteladanan yang ditekankan maka tidak cukup manusia memberikan keteladanan. Jika metode keteladanan yang diberikan oleh guru diberikan maka akan memunculkan kemunafikan  karena bisa jadi seorang guru diluar tampak bagus namun didalamnya isinya keropos. Sekarang banyak guru yang melakukan pelanggaran asusila. Hakim yang melakukan tindak korupsi. Yang harus dilakukan guru adalah melakukan kerja nyata dan karya nyata. Jadi sebagai guru harus rasional, tekankan pada interaksi.
Filsafat apa yang berkembang pada masyarakat sekarang? Sekarang dikembangkan metode abstraksi. Yang berkembang sekarang adalah filsafat bahasa yang analitik dan kontemporer. Karena filsafat bahasa maka matematika pun dianggap sebagai bahasa. Setiap ilmu didekati dengan bahasa.
Bagaimana peran filsafat secara konkrit dalam dunia modern? Ilmu filsafat pertama kali berkembang pada masa yunani kuno yakni pada masa Plato, Aristoteles, Permenides dan Heraklitos. Kemudian mengalami masa kegelapan pada sebelum abad ke 5 sampai abad ke 13. Dimana tidak ditemukannya karya-karya para filsuf yang dapat dijadikan sebagai pedoman perkembangan ilmu. Pada abad kegelapan tersebut semua karya para filsuf dihilangkan habis oleh Gereja. Kemudian karena terjadi perang antar Gereja dan msyarakat maka terjadi interaksi yang menjadikan peluang ditemukannya buku-buku kuno para filsuf. Pada sekitar abad 6 pengaruh filsuf Islam muncul dan didukung dengan ditemukannya buku-buku peninggalan para filsuf maka dibangkitkan lagi filsafat.
Kemunculan filsafat setelah masa kegelapan, Pada abad ke 13 sampai abad ke 15 adalah masa pencerahan. Dimana berkembang pemikiran sains Copernicus, Galileo Galilei dan lain-lain. Karena pemikiran Galileo dan para pemikir lainnya bertentangan dengan gereja akhirnya di bunuhlah semua filsuf karena menentang teori gereja. Gereja tidak mau disalahkan dengan teorinya dan tidak mau menerima kebenaran dari teori para filsuf. Namun kebenaran akhirnya muncul pada zaman modern setelah abad ke 15 yang berkembang gagasan Immanuel Kant tentang sinergisitas paham idealism dan realism, David Hume, Rene Descartes.
Paham rasionalism dan empirism bertempur dan muncullah paham idealism yang terjadi sekarang menggunakan dasar berkembangnya ilmu murni, termasuk pengembangan ilmu matematika murni. Idealism menjadi anak emas dan ujung tombak dari power now yang ada sekarang. Idealism dipercaya dan digunakan oleh bangsa-bangsa termasuk di Indonesia. Contohnya idealism digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 di Indonesia, pemimpin P4TK pendidikan matematika dipimpin oleh orang yang berasanl dari background non pendidikan, matematika murni.
Adakah perdebatan para filsuf? Perdebatan para filsuf dalam bentuk tulisan. Bukan berupa adu fisik atau perang. Namun dapat dikembangkan ke dunia kartun/media pembelajaran. Masing-masing filsuf mempunyai hakikat. Guru matematika harus berani berdiskusi sampai pada tataran hakikat. Jika guru tidak berani berbicara tentang makna hakikat maka hanya akan menjadi objek saja.
Bagaimana cara Immanuel kant mensinergikan rasionalism dan empirism? Pada perkembangan filsafat modern Immanuel Kant mensinergikan ide besar empirisme dan rasionalisme. Proses sinergi dilakukan dengan melibatkan intuisi pengalaman dalam ruang dan waktu. Agar menjadi ilmu logika turun dan pengalaman naik. Konsep keilmuan yang dicetuskan Immanuel Kant adalah sintesis apriori. Sintetik apriori adalah proses berfikir tertinggi yang melibatkan judgement (memutuskan, berpendapat) berada dalam teori bloom dan evaluai. Pengambilan keputusan adalah bagian kecerdasan
Apakah yang disebut masyarakan Feudal? Masyarakat archaic adalah masyarakat batu. Tribal adalah suku pedalaman. Oleh mereka, orang yang beragama dianggap tradisional. Orang feudal sudah main kekuasaan, menggunakan teknologi untuk menguasai. Jadi aneh jika tribal berfilsafat, maka mereka tidak mampu berfilsafat dengan kita. (orang-orang timur). Menurut mereka jangan terlalu rumit dalam berfikir, lebih suka mengambil yang praktis saja. Kemudian tidak fair ketika berdiskusi, karena mereka mengklaim filsafat adalah milik mereka. Tantangan power now adalah mereka berusaha men-just kebenaran internasional.merasa tidak dapat menggunakan unsur-unsur dari arcaic, tribal dan sebagainya sehingga mereka ciptakan  agama baru, yang menyejajarkan semua agama. Filsafat tersebut adalah filsafat perennial, segala sesuatu dibuat sejajar contohnya di inggrish, semua agama sama.

Pandangan kurikulum 2013? Dalam pengembangan kurikulum perlu memperhatikan aspek ilmu pengetahuan dan kompetensi yang akan dicapai. Secara garis besar ilmu pengetahuan dibagi menjadi dua kelompok besar, ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu humaniora. Ilmu yang lain adalah penjabaran dari kedua ilmu tersebut. Kurikulum 2013 menekankan pada ilmu sain saja. Artinya tidak melibatkan ilmu humaniora. Kurikulum pendidikan di Indonesia tidak akan lengkap jika tanpa ilmu humaniora. Pererintah juga tidak dapat menjawab pertanyaan power now yang sangat membutuhkan banyak tenaga kerja. Sebenarnya kelompok humaniora sudah terpinggirkan sejak zaman Auguste Comte. Apa yang terjadi sekarang adalah turunannya saja. Dewa dari power now adalah rasa ingin tau yang tidak terbatas dengan berbagai penelitian dan teknologi yang tidak terhindarkan. Prinsip spiritualitas adalah ada ruang dan waktunya, sesuatu yang boleh tau dan tidak. 

Menu Filsafat Edisi keEnam


Bagian 1
*Sejarah perkembangan ilmu filsafat
Kajian dalam filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Terdapat dua pendapat filsuf Pemenides dan Heraklitos yang menjadi cikal bakal perkembangan filsafat hingga sekarang. Menurut Permenides segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada bersifat tetap dan menurut Heraklitos segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada bersifat berubah. Kedua filsafat ini meliputi segala sesuatu yang menempatkan material diurutan paling bawah, formal, normative dan spiritual teratas. Setelah bertahun-tahun Plato menggembangkan ide Permenides dalam konsep idealism nya dan ide Heraklitos dikembangkan oleh murid Plato, Aristoteles dengan gagasan realism nya.
Idealism kemudian dikembangkandengan gagasan rasionalism yang bersifat analitik apriori oleh Rene Descartes. Dimana segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada selalu mempunyai koherensi. Realism dikembangkan lagi oleh David Hume dengan gagasan besarnya tentang empirisme yang bersifat sintetik apriori. Dimana segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada selalu mempunyai korelasi.
Pada perkembangan filsafat modern Immanuel Kant mensinergikan ide besar empirisme dan rasionalisme. Proses sinergi dilakukan dengan melibatkan intuisi pengalaman dalam ruang dan waktu. Agar menjadi ilmu logika turun dan pengalaman naik. Konsep keilmuan yang dicetuskan Immanuel Kant adalah sintesis apriori. Sintetik apriori adalah proses berfikir tertinggi yang melibatkan judgement (memutuskan, berpendapat) berada dalam teori bloom dan evaluai. Menurut Immanuel Kant pengambilan keputusan adalah bagian kecerdasan
Dalam sejarah perjalanan ilmu filsafat muncul seorang filsuf yang tidak menyukai cara berfikir filsafat yang di gagas oleh para filsuf terdahulu. Auguste Comte menentang ilmu filsafat yang ada terlalu teoritis, njlimet, dan kurang praktis dan aplikatif.  Auguste Comte menggagas konsep positivism yang menjadi tonggak perkembangan pluralism. Dimana menempatkan spiritual dibawah tradisional dan kemajuan teknologi dan tradisional di antara spiritual dan kemajuan teknologi dan informasi. Maka sekarang penguasa dunia adalah negara yang mampu mengembangkan teknologi, informasi dan komunikasi. Menekankan pada pengembangan ilmu sains dan melupakan hakikat dari keseimbangan alam.
Dampak dari pemikiran positivism, Auguste Comte adalah adanya power now yang tidak dapat dihentikan. Dimana empat pilar  power now tersebut adalah neo capitalism, neo hedonism, neo pragmatism dan neo utilitalian. Power now yang ada berpengaruh besar dari masa ke masa di setiap elemen masyarakat dari mulai archaic (masyarakat batu), masyarakat trimbal, tradisional, feudal, modern, post modern, dan post post modern (kontemporer). Melihat power now yang ada sekarang maka tidak ada solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pengaruhnya kecuali dengan meningkatkan spiritualitas (dzikir) mengingat Tuhan setiap waktu.
Perkembangan filsafat secara umum menjadikan pluralism dan monoisme. Pluralism berkembang dari teori Heraklitos yang mengagung-angungkan kehidupan dunia. Degan berbagai ilmu dan temuan tanpa batas. Dan monoism berkembang dari teori permenides, yang memandang kedalam akherat daripada kehidupan dunia. Berkat filsafat bermunculan berbagai disiplin ilmu antara lain gorgrafi, geologi, ontologi, epistimologi dan yang lainnya. Untuk menyeimbangkan kehidupan ini perlu mensinergikan antara pluralism dan monoism. Menerima dampak pluralism sebagai sarana mengikuti perkembangan ilmu dan tantangan majunya tingkat kehidupan dan tetap melandaskan segala sesuatu dengan spiritualism untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.

Kamis, 31 Oktober 2013

Menu Filsafat Edisi keLima


Bagaimana ketika kita ragu-ragu dalam berfikir filsafat? Filsafat adalah olah pikir, menjadikan manusia menjadi bimbang dan bingung, namun jangan sampai menjadikan ragu-ragu di dalam hati. karena hati adalah urusan akherat dan pikiran adalah urusan dunia. Sehingga perlu dalam menggunakan pikiran dan hati dalam mengarungi kehidupan ini. Ketika manusia mengalami keragu-raguan dalam berfikir dan beribadah maka intensifkan doa, dan memohon bimbingan kepada orang yang shaleh. Dalam beribadah tidak boleh ada keragu-raguan dalam hati namun harus ada kemantapan serta keyakinan atas ibadah yang dilakukan.

Tetapkan hati sebagai komandan dalam mengarungi kehidupan ini dan intensifkan doa

Bagaimana cara filsuf menyampaikan filsafatnya sehingga bisa terkenal hingga sekarang? Seorang filsuf terkadang tidak merasa sedang berfilsafat tetapi merasakan adanya proses berfikir. Socrates, tidak pernah merasakan sedang berfilsafat tetapi ingin memikirkan segala sesuatu kebenaran dibalik fenomena alam, terutama fenomena manusia. Ditulislah biografi Socrates oleh muridnya plato. Ternyata metode bertanya Socrates adalah salah satu metode dalam berfilsafat. Immanuel Kant terdesak oleh kondisi yang menekannya untuk mencari solusi pertentangan hebat antara kaum empiris dan kaum rasional (Rene Descartes). Ditulislah pemikiran Immanuel Kant dalam bukunya antara lain, The Critic of Empirism, The Critic of Radicalism.  Kritik Immanuel kant dalam artian berfikir kritis. Sehebat-hebatnya seorang filsuf jika pemikirannya tidak ditulis maka tidak akan terkenal. Contohnya seorang pemikir Jaya baya, tidak terkenal pemikirannya karena tidak ditulis.

Sebagai guru atau dosen sebaiknya filsafat apa yang dipilih? Untuk bisa memilih, harus mempunyai pengetahuan tentang filsafat.  Sebaiknya guru dan dosen memperbanyak bacaan filsafat. Namun untuk pemula tidak perlu membaca filsafat perenial, filsafat yang berusaha membuat satu agama, menyejajarkan semua agama yang ada di muka bumi ini dan dibandingkan antara agama yang satu dengan yang lain, dengan tujuan untuk mengkompromikan satu agama dengan agama yang lain. membaca filsafat ini dapat membuat bingung bagi pembaca. Misalnya, matinya tuhan.bagi orang awam akan merasa aneh, mengejutkan, tetapi bagi orang yang sudah sering berfikir filsafat sudah biasa, karena bahasa analog. Matinya tuhan artinya tuhan yang ada di dalam diri, orang yang sudah lupa dengan shalat nya, ada gejala kematian tuhan dalam diri. Tidak dapat diberikan mentah-mentah kepada masyarakat awam, sehingga harus memperhatikan ruang dan waktunya. Jadi sebagai pendidik bukan aliran filsafat apa yang digunakan tetapi implikasi apa yang diterapkan dalam pembelajaran. (berada dalam elegy peta pendidikan dunia).

Mengapa filsafat Immanuel Kant strategis? Immanuel Kant adalah filsuf hebat yang berada dalam muara, berfilsafat dengan belajar dari sungai manapun.
Filsafat lebih dari sekadar kualitatif, lebih berair dari sekadar air
lebih beruap dari sekadar uap
Berfilsafat adalah menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran kepada orang lain. yang berada di luar pikiran, kesulitannya adalah bagaimana dapat memahaminya. Bagi orang yang sudah memahami filsafat akan pilih-pilih karena dapat menilai. Pada zaman kontemporer seperti sekarang, kapitalis, liberalis, hedonism yang paling menonjol, spiritualism terpinggirkan. Manusia dihadapkan dalam kondisi kontemporer yang harus diseimbangkan dengan spiritualism. Tidak menolak pembaharuan ilmu tetapi tetap mengikat hati dengan spiritual.

Bagaimana sikap positivism itu dikatakan tidak percaya filsafat? Auguste Comte ingin memutus sejarah cara berfikir yang bertele-tele dalam berfilsafat. Mengembangkan cara berfikir praktis yang diperlukan dalam membangun dalam dunia baru.  Dunia yang dibangun oleh Auguste comte adalah dibawah spiritual, di atasnya tradisional dan ditengah modern. Dunia spiritual dianggap menghambat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemikiran Auguste Comte menjadi cikal bakal berkembangnya ilmu pengetahuan ilmu-ilmu psikologi, geologi, biologi, geografi, derifat dari positivism. Disinilah pokok tersingkir nya spiritualism, yang sekarang berkembang lagi dalam kapitalism oleh negara-negara barat utamanya Amerika. Yang di dewa-dewakan oleh dunia barat adalah ke kinian.
Bijaksananya orang barat dan orang timur itu berbeda, bijaksana nya orang barat adalah ketika mereka mampu mencari, sedang orang timur bijaksana nya adalah ketika mampu memberi.
Filsafat bukan disampaikan, tetapi manusia sendiri yang mencari dan menemukan. Untuk mencapai hakikat harus membaca, berfikir dan mencari sendiri. Setiap jawaban dalam filsafat dapat bernilai salah, sesuai dengan cara menjelaskan dan memberikan alasan.

Apakah ada hubungannya antara berfikir filsafat dengan berfikir liberal? Liberalism adalah politik. Liberal sudah banyak menggejala dalam lini kehidupan, misalnya saja dalam pendidikan, politik, beragama dan sebagainya. Ketika ada seorang politikus mengatakan bahwa Indonesia sudah menjadi liberal merasaasubstansi sudah kehilangan ruh pancasilanya. Tetapi dalam implikasinya demokrasi murni masih sulit untuk dicari-cari.

Bagaimana cara filsuf menyebarkan pemikirannya? Dengan berkarya, dapat di sampaikan pada dunia. Tidak dapat kapitalism dicegah. Dengan menulis menjadi sebuah buku untuk menginspirasi. Neokapitalism sampai sekarang tidak ada yang mampu mencegah.  Selain itu, kekuasaan menjadi jalan memudahkan penyebaran idealism dan pemikiran. Contohnya pembuatan, penerapan dan aplikasi kurikulum terbaru. Seberapa banyak orang mengkritisi namun jika tidak mempunyai kekuasaan tidak akan mampu banyak merubah.
Lebih baik mati dari pada tidak mengerti (Socrates)

Pemikiran filsafat zaman dahulu akankah berbeda dengan pemikiran zaman sekarang? Semua pangkal filsafat adalah dari Heraklitos dan Permenides, segala sesuatu itu berubah (Heraklitos), dan menurut Permenides (segala sesuatu itu tetap. Jika di belah dunia ini ada yang tetap dan berubah. yang tetap dan yang berubah adalah tergantung konteksnya. Jika dirunut maka pemikiran para filsuf zaman sekarang akan bermuara pada Permenides dan Heraklitos.


Selasa, 22 Oktober 2013

Menu Filsafat Edisi keEmpat


Bagaimana sejarah adanya Tuhan? Filsafat adalah ilmu olah pikir, sehingga jika filsafat diukur dengan kitab suci belum tentu tepat. Tuhan mendahului segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Maka hanya Tuhan sendirilah yang mempunyai sejarah, sedangkan sejarah manusia itu relative.
Sebenar-benar sejarah adalah hanya milik Tuhan. Sehingga manusia tak mampu memahami hakikatnya sendiri. Bahkan manusia tidak akan mampu memahami sejarah dirinya sendiri. Sejarah tuhan berada di luar jangkauan pemahaman manusia, ini sudah termasuk wilayah spiritual. Sejarah itu merentang dalam ruang dan waktu. 
Sifat manusia tak dapat absolut, karena manusia itu “multifaced”. Manusia tahu arti hidupnya karena itu adalah kekurangannya. Manusia pluralisme ketika diturunkan ke dunia dan menjadi satu ketika naik ke langit yaitu kuasamu. Secara filsafat, sikap manusia adalah predikat dari subyek (wadah nya).

Bagaimanakah pengetahuan dapat muncul dari keragu-raguan? Pengetahuan bisa muncul dari keragu-raguan. Epicuranism yaitu keragu-raguan pertama yang dialami (oleh Riene Descartes). Keragu-raguan itu mempunyai dimensi. Rene Descartes meragukan semuanya tanpa terkecuali yang ada di dunia ini termasuk Tuhan. Keragu-raguan itu muncul, dalam rangka untuk menemukan Tuhan. Jadi dalam berfikir filsafat, harus komprehensif, bukan parsial atau setengah-setengah. Karena berpikir filsafat itu, seperti proses menemukan yang ada dan mungkin ada. 
Ada sebuah cerita, suatu saat Rene Descartes bermimpi tentang sesuatu yang berkesan dan seperti sesuatu yang nyata, hal ini menjadikan Rene Descartes bingung dan membuatnya tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan. Kemudian tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, didengar, dan disentuh. Dari situ Rene Descartes dapat menyimpulkan dan menemukan satu kepastian, yaitu bahwa yang mencari ketidakpastian tadi adalah diriku. 
“Aku ada karena aku bertanya dan memikirkannya”. 
Berdasarkan pernyataan inilah munculnya landasan Foundalisme.
Jumat, 11 Oktober 2013

Senin, 21 Oktober 2013

Menu Filsafat Edisi ke Dua


Bagaimana menjawab secara filsafat? Hal yang sederhana yang melekat dalam diri kita dapat dijadikan sebagai landasan dalam berfikir filsafat. Topik pembicaraan filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat sensitif terhadap ruang dan waktu artinya berada pada dimensi vertikal dan horizontal. Dan dimensi itu rumit tidak tunggal. Ibarat ketika menjawab pertanyaan dapat dibantah dengan penjelasan yang lebih holistik dan konprehensif. Dalam menjawab filsafat bukan masalah, benar atau salah, dan apa jawabannya namun bagaimana penjelasan dari jawaban itu berangkat dari bepikir filsafat, bagaimana menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dengan komprehensif dan cara berfikir filsafat. Berfikir filsafat adalah proses berfikir yang hidup dan menghidupkan. Hidup sehat dalam filsafat adalah hidup yang komprehensif, holistik dan harmonis artinya dinilai dari semua sudut pandang yang ada dan yang mungkin ada. Misal kebijakan Amerika yang membela  Israel saja adalah kasus persial yang terjadi pada dua negara.
Di dunia ini pasti ada titik keseimbangan, equilibrium.
Dalam skala spiritualitas harus senantiasa dipahami dengan doa. Menjawab filsafat dimensi minimalisyang harus diberikan adalah material, formal, normativ dan spiritual.  Jika naik sedikit akan menjadi spiritualitas, maka akan terkunci oleh keyakinan kita. Jika sampai pada titik spiritualitas maka ada kalanya kita menghentikan pikiran kita untuk merenungi apa yang kita pikirkan (elegi ritual ikhlas).
Apakah orang filsafat dan orang awam tidak boleh berbicara tentang khusyu’? Makna khusyu dalam filsafat adalah sebatas kemampuan kita. manusia tidak menjudge orang lain khusyu atau tidak. Makna khusyuk dalam filsafat sesuai dengan pengetahuan, gabungan dari logika, pengamatan dan pengalaman. Sehingga dalam berbicara filsafat harus mamasuki wilayah filsafat, meriver pikiran para filsuf. Omong kosong ketika berbicara filsafat tidak melihat pikiran para filsuf. Ketika berbicara idealita pun harus didasari pikiran seorang filsuf. Menurut
Menurut Plato segala sesuatu yang aku pikirkan bersifat idealita dan yang terlihat adalah contoh saja. Filsafat adalah akumulasi, setiap kata yang ada mewakili dunia nyata, dan dunia terkarakterisasi oleh kata dan kalimat.
Makna menangis menurut sudut pandang spiritual adalah khusyu', menurut filsafat tidak kuasa atau kuasa, menurut ilmu psikologi artinya terpengaruh oleh perasaan, menurut ilmu ekonomi artinya tidak punya uang, menurut politik bisa jadi karena dicopot dari jabatan. Konstruktivis nya pendidikan dapat ditingkatkan pada knstruktivitas nya filsafat.
Bagaimana konstruktivis pendidikan Vs filsafat? Dalam konstruktivis nya pendidikan maksimal hanya sampai pada Peaget saja. Dalam filsafat konstruktivis nya filsafat sampai pada Immanuel Kant dinaikkan lagi Aristoteles jika ditingkatkan lagi sampai pada kakek nya para filsuf yaitu Heraklitos (segala sesuatu tidak tatap) dan Permenides antitesis nya (segala sesuatu itu tetap). Hal ini akan membingungkan oleh orang diluar filsafat karena keduanya kontradiktif antara yang tetap dan tidak tetap. Maka harus dipahami dalam bahasa filsafat apa yang dimaksud dengan tetap dan tidak tetap.
Bagaimana kita mampu memahami hakikat seluruhnya? Manusia terbatas pada ruang dan waktu bahkan manusia sendiri terbatas. Yang sedikit belum tentu kita paham sepenuhnya apalagi sesuatu yang banyak. Padahal yang banyak itu masih kecil. Apalagi hakikat seluruh yang banyak itu. Yang lebih besar lagi, air laut yang ada jika digunakan untuk menuliskan ilmu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini tidak akan cukup. Mengetahui segalanya dalam hidup itu tidak akan menyenangkan dalam mencapai tujuan hidup. Contohnya saja jika kita mengetahui hakikat seluruhnya saudara kita maka kita tidak akan bisa tidur, menjadikan beban dalam pikiran kita. Manusia diberi keterbatasan adalah bagian dari nikmat, bersyukur ketika kita tidak mampu mengetahuai segala sesuatu. Akan berbahaya ketika kita mampu memahami hakikat segala sesuatu, menjadikan anti sosial.
Sehingga bersyukurlah ketika mempunyai keterbatasan untuk memahami segala sesuatu yang ada didunia ini, karena itu adalah bagian dari nikmat Allah untuk membelajarkan kita. Jadikanlah kelemahan ini sebagai motivasi bagi kita untuk terus belajar dan mencari pengetahuan yang kita butuhkan untuk kebahagian di dunia dan akhirat kelak...
Jumat 27 september 2013




Menu Filsafat Edisi Pertama

Kenapa manusia berfilsafat? menurut definisi barat orang yunani filsafat adalah olah pikir. Artinya kenapa manusia berfikir.  Eksperimen dalam filsafat adalah dengan menggunakan laboratorium filsafat meliputi sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, dimanapun dan buka setiap saat. Ketika bereksperimen menggunakan perasaan saja maka manusia hanya akan terus bercinta atau terus berperang. Karena hanya menggunakan perasaan, berperang dan bercinta sesuai dengan kondisi.
Sebaliknya ketika menggunakan pikiran saja tanpa perasaan, maka manusia akan menjadi seperti alien, makhluk luar angkasa yang tidak berperasaan seperti pada film yang di buat oleh orang amerika. Manusia menciptakan alien dengan teknologi yang ada untuk menguasai dunia dan perang.  
Apa yang menjadi landasan pertama para filsuf? Landasan pertama para filsuf adalah rasa ingin tau karena ingin mengubah mitos menjadi logos. Filsafat yang paling pertama adalah filsafat alam. Objek filsafat alam adalah benda-benda alam disekitar kita, langit, bumi, bintang, tanah, api dan lain-lain. Filsafat berhenti didepan area spiritual. Ada saatnya ketika berdoa menghentikan pikiran, artinya merenungkan kembali doa-doa yang kita ucapkan.
Kenapa tidak semua orang dapat memahami filsafat? filsafat adalah dimensi yang berperan untuk mengkomunikasikan dimensi yang ada, baik dimensi vertikal maupun horizontal. Ada kalanya orang hidup nyaman dalam dimensi tertentu saja. Misalnya dimensi bisnis, dimensi petani, dimensi material, dimensi spiritual, dan lainnya. filsafat mengkomunikasikan satu dimensi dengan dimensi yang lain dengan bahasa analog. Bahasa analog adalah bahasa meta fisik, dibalik kata terdapat makna dan makna tersebut membentuk struktur dunia. Makna tersebut dipengaruhi oleh orangnya dan daerahnya.
Contohnya daerah datar, strukturnya rendah maka komunikasi nya horizontal. Misalnya  pemberian nama anak dan nyanyian-nyanyian dengan melihat kondisi alam seperti temaram karena melihat fenomena sore, byar pet karena melihat lampu mati hidup lagi. Untuk daerah yang mempunyai struktur tinggi dalam spiritual, dan kekuasaan tema nyanyian yang diangkat adalah tentang membela tanah air, membela bangsa, membela agama.
Daerah cilacap dan sekitarnya nama nyayian sesuai dengan apa yang dilihat, contoh tentang janda “nini landak", tentang cangkul yang sudah sobek “pacul goang”, tentang angin “lesus angin”, pohon waru yang miring “waru doyong”, warung pojok dan lainnya. berbeda dengan Yogyakarta tema nyanyiannya adalah tentang kerajaan, perebutan wanita kerajaan, membela negara, peperangan, kekuasaan dan seterusnya. Banjarmasin didaerah kerajaan, nyanyiannya adalah tentang prajurit yang baik.
Contoh makna meta fisik, nama Marsigit. Mar artinya samar-samar atau meragukan, merenung. Sigit artinya orang yang tampan, jadi terdapat orang tampan yang suka merenung seperti Arjuna dalam cerita wayang. Dibalik nama Marsigit terdapat harapan untuk menjadi seperti seorang Arjuna dengan menggunakan bahasa analog.
Setiap orang mempunyai filsafat sendiri-sendiri. Esensi hakiki dari filsafat adalah mengadakan sesuatu yang masih mungkin ada menjadi ada. Yang ada dan mungkin ada dalam seseorang dan orang lain tidak sama. Urusan yang ada dan mungkin adalah urusan masing-masing. Menuntut ilmu, berfikir, berfilsafat adalah urusan masing-masing.
Bagaimana filsafat bersinergi dalam kehidupan? Filsafat bersinergi dalam kehidupan karena filsafat itu hidup. Selama masih ada kehidupan maka terdapat filsafat yang menyertainya. Dampaknya dapat terkena terhadap yang ada dan yang mungkin ada. Contohnya dua buah batu yang bercinta sebagai efek potret dan rekaman dari kamera.
--Tingkatan dalam berfilsafat itu ada. bergantung pikiran, metode dan objek nya--
Bagaimana pandangan filsafat tentang alam kubur, surga dan neraka? Semua objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada. Menurut spiritual surga dan neraka ada. Secara filsafat, neraka itu ada, ciri sesuatu yang ada menurut filsafat adalah sesuatu yang dapat didengar, dirasa, dilihat, dilaksanakan dan dapat ditulis.
Setelah manusia meninggal apakah benar-benar tidak ada? pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban spiritual. Dapat didekati dengan filsafat. Hanya saja dalam hal tertentu jawaban filsafat tidak dapat menjamin. Maka dibutuhkan referensi hipotetikal analisis, logika pengalaman dan intuisi selama bertahun-tahun.
Jawaban filsafat selalu relativ. Filsafat mempunyai rumus. Yang pasti dalam filsafat adalah hakikat, epistimologi dan aksiologi.  Dua hukum didunia menurut filsafat adalah hukum identitas dan hukum kontradiksi.
Filsafat itu hidup, terdapat usaha,ikhtiar, doa dan keikhlasan. Orang yang pandai berfilsafat adalah karena membaca dan melakukan prosesnya. Berfilsafat tidak sama belajar matematika, namun membutuhkan waktu untuk berproses dalam memahami konsep. filsafat itu harmoni, selaras hidup dan menyentuh spiritualitas. Maka perlu manage potensi dan tenaga.

                               ---Kendalikan filsafat dengan spiritualitas---

20 September 2013

Selasa, 15 Oktober 2013

Akhir dari Perjalanan Hidup


Hidup adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada manusia. Perjalanan hidup manusia tidak akan berhenti di satu titik kematian, tetapi dibalik kematian itu sendiri terdapat kehidupan yang lebih abadi lagi. Yakni kehidupan alam akherat.
Perjalanan hidup ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempersiapkan akherat yang lebih kekal. Karena hakikat dunia hanyalah perantara untuk kembali kepadaNya. Setiap dari kita pasti mempunyai perjalanan hidup yang berbeda satu sama lain. Setiap manusia dilahirkan ke muka buni ini dengan kondisi yang sama mulai dari titik nol tetapi pada akhirnya manusia akan kembali dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan amalannya masing-masing.
Naik turunnya kurva kehidupan adalah bagian dari fitrah. Cobaan dan ujian yang Allah berikan adalah dalam rangka untuk menguji tingkat keimanan dan keistiqomahan manusia. Adakalanya kita berjalan naik, namun ketika mencapai puncak kebaikan hidup kita diuji dengan cobaan dan kenikmatan. Pada akhirnya manusia terperosok ke dalam jurang dosa dan kehinaan. Adakalanya manusia diberikan kenikmatan hidup berupa materi dan kesehatan, tetapi kemudian Allah menguji dengan sakit, kekurangan harta dan makanan.
Setiap ujian yang Allah berlakukan kepada setiap hambanya adalah untuk meningkatkan kualitas diri manusia. Ketika diberikan ujian yang berat dan lebih berat lagi manusia tetap bersabar dan teguh dalam ketaatan kepadaNya maka Allah akan menaikkan derajatnya berlipat-lipat. Itulah puncak perjalanan hidup yang hendak Allah perlihatkan kepada manusia. Sehingga sikap positif yang harus kita tanamkan adalah “bersyukurlah ketika Allah menguji kita dengan perjalanan hidup yang selalu fluktuatif karena ketika kita tetap bersabar dan bersyukur maka begitu mudah bagi Allah untuk menanamkan keistiqomahan itu dalam diri kita. Sehingga kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan baik sampai di akhir perjalanan hidup nanti.
Allah... aku bersyukur atas karunia hidup dan kehidupan ku selama ini. Jadikanlah hambamu ini insan yang senantiasa bersyukur dalam suka maupun duka dan dalam lapang maupun sempit. Jangan jadikan kami manusia-manusia yang sombong atas limpahan rizki yang Engkau berikan. Jangan jadikan kami manusia yang kikir dengan harta titipan yang Engkau amanah kan. Jangan jadikan kami manusia yang ingkar atas tahta yang tak ada nilainya dihadapan Mu. 
Rabb... hamba meyakini sepenuhnya bahwa yang jauh itu begitu dekat bagi Mu, yang sulit itu begitu mudah bagiMu, yang samar itu begitu nyata karena Mu. dan yang tidak mungkin sangat mungkin bagi Mu. Ya Rabb inilah doa ku jadikan kami insan yang senantiasa pandai dalam bersyukur, bersabar dan istiqomah dalam menjalani roda kehidupan ini, agar kami dapat kembali kepada Mu dengan sebaik-baiknya iman dan ketaqwaan. Aamiin...
“kembali teringat pesan Rasulullah, bekerjalah kamu seakan-akan engkau akan hidup seribu tahun lagi dan sholatlah kamu seakan-akan esok engkau akan mati”



Selasa, 17 September 2013

Menanti Hadirnya Seorang Pemimpin


68 tahun sudah Indonesia merdeka. Banyak catatan kelam masa lalu yang patut di hargai. Sejarah itu menjadi bukti perjuangan para pemimpin terdahulu. Sejarah banyak menceritakan kepada kita bahwa perjuangan untuk mencapai kemerdekaan itu bukan sesuatu yang mudah. Kemerdekaan itu perlu proses, kemerdekaan ini tidak lepas dari penderitaan panjang dan kemerdekaan ini dimenangkan oleh orang-orang yang tidak lelah untuk berjuang. Titik kemerdekaan itu menjadi bukti kerja keras dan kegigihan para pahlawan dalam mengangkat harga diri Indonesia di mata dunia. Kemerdekaan adalah misi besar menuju perbaikan Indonesia yang abadi. Dan kemerdekaan ini tidak lepas dari peran besar seorang pemimpin.
 Sejak 1945 silih berganti terjadi periodesasi kepemimpinan di Indonesia. Setiap pemimpin mempunyai ciri khas dan karakter tersendiri dalam memimpin. Dengan cita-cita yang sama, mereka berupaya untuk mencetak tinta emas sejarah perjuangan. Mereka mengucapkan ikrar setia untuk mengabdi di tanah air Indonesia. Ikrar yang diucapkannya adalah janji besar kepada rakyat dan Tuhan nya. Ikrar itu berisikan tentang komitmen untuk memimpin dan mengabdikan jiwa, raga dan harta nya, membawa negeri ini menuju ke arah perubahan. Perubahan seperti apa yang kita butuhkan?
 Kompleksitas permasalahan yang selalu mewarnai layar TV menjadi PR besar yang belum terselesaikan dari masa ke masa. Sekarang semakin liar prilaku menyimpang setingkat pejabat sampai pada kenakalan masyarakat akar rumput. KKN, kesenjangan sosial, ekonomi global, kriminalitas, kompleksitas masalah menjadi pemandangan pahit yang mewarnai pandangan kita. Ini adalah bagian kecil dari peran pemimpin untuk menjadi solusi umat, mengentaskan Indonesia dari kezaliman dan kerusakan.
Kini rakyat Indonesia menanti siapakah yang akan menjadi pemimpin Indonesia di 2014 nanti? Siapa pun mempunyai peluang untuk menjadi pemimpin. Tetapi tidak semua orang pantas dan bisa memimpin dengan baik. Fitrahnya setiap manusia dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, minimal untuk memimpin dirinya sendiri. Tetapi untuk memimpin negeri ini tidak cukup hanya dengan kekuatan fisik saja. Bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar mempunyai kualitas dan kapasitas sebagai seorang pemimpin.
Syarat utama yang bagi pemimpin adalah dia orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Disamping kemampuan penting lainnya dalam memimpin, beriman dan bertaqwa menjadi syarat wajib yang harus bagi seorang pemimpin. Keimanan dan ketaqwaan adalah cahaya yang akan mempengaruhi akhlaq, persepsi dan arah langkah dalam bergerak. Kesadaran akan pertanggunjawaban terhadap rakyat dan Tuhannya adalah kekuatan diri yang tidak lepas dari integritas semangat nasionalisme yang mendarah daging dan spiritual yang menyatu. Melihat kondisi Indonesia sekarang, krisis moral dan kepercayaan menduduki permasalahan teratas yang sangat parah. Krisis moralitas merambah disetiap lini kehidupan. Kepercayaan rakyat yang kian memudar terhadap pemerintah dan aparatur negara bukan menjadi hal yang baru lagi. Artinya permasalah moral dan spiritual seorang pemimpin menjadi kunci pokok yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.
Seorang pemimpin harus mempuyai niat yang lurus dan visi yang jelas. Ketika status pemimpin sudah melekat di pundak maka semua kepentingan individu dan golongan tidak boleh di campur adukkan dengan kepentingan rakyat. Fenomena yang terjadi di Indonesia selama ini, setiap pemimpin yang terpilih datang dengan membawa misi ganda. Selain berperan menjadi pemimpin, mereka juga membawa misi pribadi, partai maupun golongan. Mungkin hal ini sah-sah saja, namun menjadi catatan penting bahwa seorang pemimpin tidak boleh melalaikan tugas utamanya untuk negara. Karena pemimpin itu dipilih untuk memilih dan bergerak sesuai dengan UU yang berlaku.
Seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang kuat dan kepekaan sosial yang melekat. Artinya cerdas individu dan sosial. Cerdas individu artinya mempunyai kecerdasan mental, spiritual, dan intelektual yang terinternalisadi dalam akhlaknya. Kemudian mempunyai kepekaan sosial, peduli dan peka terhadap dinamika kondisi rakyat. Seorang pemimpin harus sigap dan cermat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang berpotensi untuk mengancam negara.
Seorang pemimpin harus bisa memimpin dengan baik. Memimpin artinya membangun dan mengorganisasikan setiap elemen yang ada untuk mencapai cita-cita Indonesia. Pemimpin yang ideal dalam memimpin adalah pemimpin yang menguasai kecakapan-kecakapan dan strategi yang dibutuhkan dalam memimpin. Karena stabilitas suatu negara berada di tangan pemimpin.
Kunci baik buruknya suatu pemerintahan adalah pada aparatur negaranya. Aparatur negara itu ibarat roda yang bertanggungjawab menjalankan pemerintahan. Dan presiden lah yang bertanggungjawab terhadap kemana roda itu akan berputar. Presiden dan aparatur negara menduduki posisi yang strategis dalam menentukan masa depan bangsanya. Mereka ibarat malaikat yang menjadi pelindung rakyat. Seburuk-buruknya bangsa dimulai dari kebobrokan pemerintah yang berkuasa. Jika keburukan terjadi di setiap lapisan masyarakat, maka perlu dipertanyakan bagaimana akhlaq para pemimpinnya. Karena pemimpin adalah panutan utama sekaligus penggerak bagi rakyat.
Selanjutnya, kemuliaan seorang pemimpin berada pada integritas yang dimilikinya. Integritas adalah sikap yang menjunjung tinggi kode etik profesi dan bertindak konsisten sesuai dengan nilai dan kebijakan yang belaku walaupun dalam keadaan sesulit apapun untuk melakukannya. Dalam kondisi apapun seorang pemimpin yang bijak akan bersikap jujur dan terbuka di hadapan publik. Kebenaran menjadi satu prinsip yang harus di pegang teguh. Kerja keras yang dilakukan adalah semata untuk memuliakan bangsa dan rakyat. Bukan pujian dan penghargaan dari manusia semata yang di harapkan oleh pemimpin yang bijaksana, tetapi semata karena mengharapkan kemuliaan yang abadi dihadapan Tuhan nya.

Hadirnya seorang pemimpin yang terbaik dari yang terbaik semoga menjadi jawaban penantian kita selama ini. Pemimpin yang dapat membawa Indonesia menuju kearah perubahan yang lebih baik, baik, dan lebih baik lagi. Aamiin.

Aku bermimpi….

Aku bermimpi untuk menjadi orang yang punya mimpi
Karena mimpi hanya dimiliki oleh orang-orang yang berjiwa besar
Bukan orang-orang yang mempunyai jiwa yang kerdil
Bukan pula orang mudah menyerah
Aku tau menuju puncak mimpi itu mahal harganya
Tapi aku sudah bertekat untuk menuai nya
Mungkin aku tidak punya banyak kesempatan
Tapi aku berani bertarung dengan tantangan
Aku memang tidak beruang
Tapi aku belajar untuk membuka peluang
Aku memang bukan orang berada
Tapi bagiku bapak ibuku adalah segala-galanya
Mungkin orang menganggap aku gila
Tidak apa, inilah saya
Bermodal doa dan keyakinan kepada Nya
Semoga terbuka jalan menuju puncak cita-cita

Senin, 11 Maret 2013

3 Jam Menunggu...

3 Jam Menunggu, Yang Membawa Hikmah

Cukup mengecewakan karena kelalaian petugas kami menunggu tiga jam lamanya dan ternyata tidak bisa periksa hari ini. Dokternya tidak ada, namun tidak segera dikomunikasikan kepada kami. Al hasil, lusa harus datang kembali untuk periksa. Tapi di sisi lain ternyata ada pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini.
Sewaktu kami mengantri di depan ruang e.e.g silih berganti datang pasien dengan berbagai macam kondisinya masuk ke dalam ruang USG sekitar 10 menit an dan kemudian keluar. Ada lagi yang masuk dan kemudian keluar lagi. Saya hanya berpositif thinking mungkin dokter lebih mengutamakan mereka karena kondisi pasien tersebut membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Kondisinya memang hanya ada satu petugas yang jaga sehingga agak kerepotan katanya. Kami pun diminta untuk bersabar mengantri...
Masih ingat dengan nasihat yang saya lontarkan beberapa hari yang lalu waktu mengantar anak yang sakit juga, “jika kita menginginkan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik, maka cara mencarinya juga harus dengan cara yang baik. Banyak berdoa dan sabar dalam mengikhtiarkan, yaa… termasuk sabar dalam mengantri, ini salah satu contoh yang paling sederhana saja”.
Setelah 90 menit kami menunggu, suara adzan terdengar merdu memanggil semua orang yang berada  di lingkungan rumah sakit untuk segera beranjak shalat. Akhirnya jam 15.05 kami menuju mushala rumah sakit dan meninggalkan antrian kami. Ternyata menjalankan shalat tepat waktu itu membuat hati lebih tenang. Tidak khawatir lagi untuk menunggu antrian sampai sore.
Bagi saya pemandangan dan hawa di rumah sakit selalu tidak menarik. Penuh dengan bau obat dan bau pengap. Ketika menuju mushala untuk shalat, ada pemandangan yang membuat saya merasa prihatin waktu itu. Di emperan rumah sakit dekat WC, dingin dan pengap ada seorang anak laki-laki yang tertidur lemas di atas bangsal.
Memprihatinkan sekali, rumah sakit segini besarnya.. tetapi tidak ada tempat yang lebih layak untuk menampung satu orang pasien yang sesegera mungkin membutuhkan perawatan. Suami istri itu menunggui anaknya dengan wajah memelas. Tetapi mereka tetap setia berdiri di samping bangsal sambil sesekali memijit-mijit tangan dan kaki si anak. Ketika caek berdiri mereka duduk glangsaran di lantai tanpa beralaskan tikar. Dan di samping lalu lalang ada banyak orang yang lewat.
Lama saya amati mereka, namun sepertinya belum ada perawat atupun dokter yang mendekat untuk sekadar memeriksa kondisi pasien. 3 jam saya menunggu untuk periksa saya merasa terlantar sekali. Tapi ternyata ada kondisi yang lebih parah lagi. Apakah karena pihak keluarga tidak ada uang sehingga mereka tidak mendapatkan fasilitas ruangan yang layak? Ataukah karena ruang inap yang sudah penuh?
Yang jelas, pemandangan tadi itu masih nyata adanya di salah satu rumah sakit besar di Yogyakarta. Pihak rumah sakit seharusnya memberikan fasilitas dan pelayanan yang layak untuk semua pasiennya. Bahkan jika belum ada uang sekalipun, karena nyawa seseorang itu lebih penting dibandingkan dengan seberapapun banyaknya harta.
Dimana bukti profesionalisme seorang dokter dan perawat saat itu. Sepertinya sudah banyak dokter dan perawat yang melupakan sumpah kode etiknya. Saya yakin setiap rumah sakit mempunyai manajemen yang jelas terkait dengan biaya dan akomodasi untuk pasiennya. Namun, atas nama kemanusiaan segala sesuatu harus dipertimbangkan baik-baik. Bukan hanya fisilitas dan gedung yang layak yang menunjukkan kualitas dari sebuah rumah sakit tetapi pelayanan itu yang lebih penting. Karena setiap warga Indonesia berhak atas pelayanan kesehatan.
Kembali ke ruang e.e.g untuk mengantri, ternyata di luar ruang sudah sepi dan tidak ada lagi orang yang mengantri. Beberapa menit berlalu tidak ada tanda-tanda ada pasien periksa. Kemudian masuk seorang bapak-bapak dengan kursi rodanya ditemani suster dan keluarga yang mengantar. Lumayan lama… dan akhirnya pun meninggalkan ruangan itu, pintu pun tertutup kembali. Hmmm… saya merasa semakin merasa aneh. Akhirnya saya menemui petugas yang ada di dalam ruangan USG. Ternyata dokter yang bertugas tidak ada sehingga pemeriksaan ditunda di hari lusa. Sempat saya protes namun hasilnya sama saja.
Dua kejadian yang membuat saya agak jengkel waktu itu... Dari kejadian yang saya alami sendiri, petugas jaga yang tidak professional dalam menangani pasien hingga tiga jam lamanya kami terlantar. Dan juga karena pihak rumah sakit yang menelantarkan pasien di trotoar seenaknya saja.
Namun, dari kejadian ini ada hikmah yang membuat saya trenyuh.. Melihat bapak ibuk yang menunggui anaknya tadi, mereka begitu setia menunggui, menyuapi, memijit meskipun capek berdiri. Kesedihan mereka tidak di tampakkan didepan anaknya. Matanya terlihat sayu dan memelas tapi berusaha untuk tetap terlihat tegar.
 Ingat2lah... dalam kondisi apapun orang tua adalah orang yang paling setia mendampingi kita. baik di waktu lapang maupun sempit. Jadi janganlah kita membebani mereka bahkan menyakiti mereka. Pengorbanan mereka untuk anaknya melebihi kemampuan yang mereka miliki, karena bagi mereka seorang ana itu bak harta yang paling berharga di dunia.
Lalu pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk mereka selama ini??? hanya kita yang tau… yang terpenting adalah sesegera mungkin mari kita persembahkan doa, pelayanan dan kebahagiaan yang terbaik untuk kedua orang tua kita. 

Senin, 04 Maret 2013

PENGELOMPOKAN LEARNING STYLE UNTUK MENANAMKAN
 PENDIDIKAN KARAKTER*

Review
            Education  is the one of  the  nation  success parameter. The nation  that have a good education will be proud by international. All of expert can created  with education . Education also can created  the scientific, astronaut,  politics, and  the other professions .  Based on the concern of The education rule “Sisdiknas” 2003 about  some of the aim of national education in Indonesia is to expand  the potentials  of students to became an human that has intelligent,  personality, and a good behavior, so characters building must be implemented on education.
            Characters building on the students can be implemented with characters education. In Indonesia, character education was there since  the years ago, but didn’t effective yet. So, it must be evaluated by all of  education’s  side. Characters education will be achieve by student if the teacher have an emotional approaching with student. Transferring  morality and spiritual message will be easier if the teacher knowing student’s learning style. By knowing and understanding’s teacher to student’s learning style, hopefully that student can achieving the message and can be adhering on the student’s self. For the example, visual’s student will be easier to achieve morality and spiritual message about  a good character that must be have by their self with slide in the projector or visual media, but it doesn’t effective to auditory student. Based on the case, we offering an innovation  with topic, “ Learning Style Classification to implemented character building”
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan tonggak keberhasilan suatu Negara. Keberhasilan suatu negara terletak pada keberhasilan pemimpin dalam memimpin rakyatnya. Rakyat yang berkependidikan belum cukup untuk menjadikan suatu negara menjadi kuat dan berhasil di mata dunia. Namun keberhasilan itu bisa dilihat dari seberapa tinggi derajad dan martabat negara tersebut.
  Akhir-akhir ini Indonesia mengalami beberapa kebobrokan di bidang kepemerintahan yaitu sebagai contoh kasus Gayus Tambunan, kasus Melinda dee, dan berbagai kasus korupsi yang lain. Hal ini mengindikasikan sikap dan karakter yang menyimpang. Seorang Gayus dulunya juga merupakan siswa yang mengenyam bangku sekolah, yang seharusnya memiliki jiwa dan berbudi pekerti yang luhur. Namun nampaknya karakter pemuda bangsa yang menjadi harapan negara tersebut telah luntur. Kasus-kasus tersebut memunculkan sebuah pertanyaan mengenai penanaman budi pekerti yang seharusnya melekat disetiap diri peserta didik. Jika ditinjau lebih lanjut, kasus tersebut sangat bertentangan dengan visi dan misi pendidikan dalam tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berakhlak mulia. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin,  karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Dengan adanya ketimpangan tersebut maka muncul pendidikan karakter.
Sebenarnya pendidikan karakter sudah ada sejak awal pendidikan di  Indonesia. Sesuai dengan pendapat Bagus Mustakim (2011:2), pembentukan karakter bangsa merupakan tujuan pendidikan nasional yang telah ada dalam UU No.4 tahun 1950, UU No.12 tahun 1954, UU No.2 tahun 1989, sampai UU. No.20 tahun 2003. Namun dengan  perkembangan ilmu, sosial, dan politik yang semakin kompleks maka sekarang ini memang dibutuhkan kajian pendidikan karakter yang lebih mendalam. Tidak hanya pendidikan karakter yang dikaji namun juga pendidikan yang berkarakter dalam menanamkan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
1.2 Tujuan dan Manfaat
 1.2.1 Tujuan
 Tujuan dari penyampaian gagasan ini adalah untuk mengembangkan keilmuan dan membantu dalam mencari inovasi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa.
1.2.1 Manfaat
Membentuk prilaku siswa yang berkarakter dan menciptakan  budaya sekolah yang sehat untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran menuju bangsa yang bermartabat.

GAGASAN
2.1 Kondisi Pendidikan di Indonesia
Paradigma baru pendidikan diarahkan dalam rangka menyiapkan masa depan bangsa di era global yang kompetitif. (Restra Pendidikan.Nasional 2005-2009). Yaitu dengan memberdayakan semua warga Negara Indonesia menjadi manusia yang berkualitas, sehingga dapat proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Tujuan pendidikan paradigma baru ini telah sedikit demi sedikit tercapai. Produk pendidikan Indonesia sekarang bukan hanya mencetak manusia yang cerdas tapi juga dapat mengikuti derasnya arus global. Dari prestasi Indonesia mulai mampu bersaing dengan negara lain. Dalam bidang akademis,olimpiade misalnya para saintis dari Indonesia mampu mempersembahkan hasil yang cukup membanggakan. Calon saintis-saintis kecil mulai bermunculan. Dalam sea games tahun ini Indonesia menduduki level prestasi teratas dengan mendapatkan emas, perak dan perunggu terbanyak. Ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dalam oalgraga.
Banyak produk pendidikan Indonesia yang berkualitas. Tetapi tidak semua yang berkualitas itu dapat mengabdikan dirinya, kepinterannya, dan idenya itu untuk kemaslahatan dan membangun bangsa. Malainkan untuk kemaslahatan diri sendiri. Itulah masalah yang membutuhkan pemikiran yang dalam.
            Pendidikan yang mengandalkan intelektual saja, tidak menjamin bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik jika tidak diimbangi dengan akhlak, kepribadian dan karakter yang baik.  Dalam berbagai media masa tak henti-hentinya diwacanakan tentang tingkah manusia Indonesia yang kelakuanya tidak manusiawi. Membunuh, korupsi, pemerkosaan dan kelakuan keji lainnya. Ini menunjukkan bahwa masih ada produk pendidikan Indonesia yang moralnya tidak beres. Padahal kebanyakan yang melakukan hal tersebut adalah orang-orang yang berpendidikan dan berintelektual. Ini menujukkan bahwa pendidikan karakter merupakan kebutuhan mendasar dalam pendidikan.
Perlunya pendidikan karakter dan budipekerti adalah untuk menyeimbangi pendidikan intelektual supaya jika saatnya nanti diberi amanah untuk memimpin negeri, para generasi mampu mempunyai karakter yang baik sehingga mampu menyelesaikan permasalahan di Indonesia tanpa merugikan rakyatnya.
Pendidikan karakter kebangsaan telah lama dicanangkan, bahkan sejak era Presiden Soekarno. Namun, ia mengakui, dalam perjalanannya banyak mengalami pasang surut. Terdapat tiga pendapat yang berkembang tentang pendidikan karakter. Pertama, bahwa pendidikan karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. Pendapat kedua, pendidikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran PKn, pendidikan agama, dan mata pelajaran lain yang relevan. Pendapat ketiga, pendidikan karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.
Dalam bebrapa tahun terakhir ini mulai digebcarkan lagi penerapan pendidikan karakter. karakter tidak masuk dalam kurikulum namun diintegrasikan kesemua mata pelajaran. Karena penanaman pendidikan karakter bukan tanggung jawab beberapa mata pelajaran seperti Agama dan PKn. selama ini upaya pengintergrasian pendidikan karakter yang utuh disiapkan melalui RPP yang berkarakter. Namun, dalam penerapannya belum maksimal. Materi yang banyak dan kondisi siswa yang beragam membuat guru kesusahan dalam penanaman pendidikan karakter. Sehingga pergatian guru kepada seluruh siswa terbatas. Kesempatan guru untuk mengenali dan memahami karakter siswa terbatas.

2.2 Pengembangan Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Gaya Belajar
Penanaman pendidikan karakter membutuhkan proses dan waktu yang lama. Padahal pembentukan moral bangsa yang baik adalah kebutuhan yang mendesak. Sehingga diperlukan suatu inovasi pendidikan yang efektif dalam pengembangan pendidikan karakter. Yang efektif dalam mencapai prestasi moral dan mengembangkan kemampuan intelektualnya.
Menurut Cohen dalam Degeng (1989), terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning).
Disini penulis mencoba menawarkan bentuk pembelajaran dengan mengefektifkan system pembelajaran yang ada. untuk mendukung perkembangan kecerdasan kognitif siswa dan membangun karakter siswa. Dengan membuat pembelajaran terpadu (integrated learning) yaitu pengelompokan learning style untuk mengembangkan pendidikan karakter.
2.2.1 Gaya Belajar  (Learning Style)
Gaya belajar adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut. Setiap siswa mempunyai kencenderungan gaya belajar berbeda-beda. Sehingga dalam belajar juga membutuhkan perlakuakn dan proses yang berbeda. Pembelajaran akan efektif  dan bermakna bagi siswa jika guru mampu menyampaikan pembelajaran dengan pendekatan gaya belajar siswa. Sehingga seorang guru harus mampu memahami gaya belajar setiap siswa.
Menurut Howard Gardner gaya belajar siswa dibagi menjadi empat yaitu gaya belajar  Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic.
Auditory, orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan.
Visual, orang yang memiliki gaya belajar menggunakan penglihatan sebagai sara utama untuk belajar. Sehingga bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham.
Reading, orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan.
Kinesthetic, orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Sehingga dalam pembelajarannya lebih baik jika menggunakan proses yang disertai kegiatan fisik dan menggunakan alat peraga.
2.2.2 Pembentukan Pendidikan karakter
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. 
Pendidikan karakter dalam 4 pilar pendidikan UNESCO adalah learing to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Pilar ketiga dan keempat berkaitan langsung dengan karakter manusia. Proses pencapaian learing to know dan learning to do akan dipengaruhi oleh karakter manusia.
Penanaman pendidikan karakter melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Pendidikan karakter yang diterapkan dengan sistematis akan membentuk pribadi yang cerdas emosinya. Daniel Goleman menyatakan keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80%  dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20%  ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Artinya kecerdasan emosi ini adalah bekal dalam menghadapi tantangan untuk berhasil secara akademis.
Proses penanaman pendidikan karakter adalah secara bertahap. Dari membangun kecerdasan emosi siswa kemudian melatih siswa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Sehingga terbentuk watak, dan kepribadian yang yang berkarakter. Akhirnya terbentuklah prilaku- prilaku yang baik seperti disiplin , tekun, tanggung jawab, ketelitian, kerja sama , toleransi , percaya diri dan keberanian.
Berdasarkan penelitian Bobbi dePotter, kegagalan siswa dalam mencerna informasi dalam belajar adalah tidak sesuainya gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa. Ini sesuai dengan kondisi sekolah-sekolah di Indonesia yang menggelompokkan siswa berdasarkan prestasinya tanpa memandang kecerdasan dan gaya belajar yang dimiliki siswa. Meskipun dalam kelas tersebut siswa mempunyai tingkat IQ yang sama namun akan sulit bagi guru dalam mengakomodir siswa karena kondisi yang heterogen.
Kondisi kelas yang heterogen menjadi masalah bagi guru untuk melakukan pendekatan dan melakukan pembinaan kepada siswa. Maka perlu dibangun hubungan emosional antara guru dan siswa. Guru  harus memahami karakter siswa, kecenderungan gaya belajar dan kecerdasan siswa. Untuk memudahkan guru dalam membangun hubungan emosional dapat dilakukan dengan pendekatan gaya belajar siswa. Sehingga akan efektif jika pengelompokan siswa adalah berdasarkan gaya belajarnya.
Output dari proses pembelajaran adalah perkembangan dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa selain itu juga karakter siswa. Yang perlu diperhatikan dalam penanaman pendidikan karakter adalah perubahan dan pembentukan karakter tidak bisa dilakukan dalam waktu sesaat. Karena pembentuka karakter membutuhkan proses. Dan minimnya waktu belajar siswa di sekolah-sekolah. Sehingga sistem Classification Learning Styles akan lebih membantu dalam mengefektifkan penanaman pendidikan karakter.
Keuntungan yang didapatkan guru jika system klasifikasi siswa berdasarkan kecenderungan gaya belajar adalah:
Pertama, guru akan mudah dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan disampaikan karena siswa yang ada dikelas tersebut memiliki kecenderungan gaya belajar yang sama. Sehingga pembelajaran kan lebih bermakna. Kemampuan kognitif dan kecerdasan siswa akan lebih cepat berkembang.
Kedua, memudahkan guru untuk membangun hubungan emosional dengan semua siswa yang ada dikelas tersebut dengan cara pendekatan gaya belajar yang mereka sukai. Siswa yang merasa puas dengan pembelajarannya akan menghormati gurunya dan akan terjalin kedekatan emosional antara guru dan siswa. Kedekatan siswa dan guru secara emosional akan mempengaruhi proses penanaman karakter dan pemberian instruksi kepada siswa. Meskipun secara fitrah setiap siswa mempunyai karakter dan prilaku yang sudah melekat dalam dirinya namun lingkungan juga berpengaruh dalam pembentukan karakter.
Ketiga, guru akan lebih mudah dalam mengembangkan potensi kecerdasan siswa karena telah memahami kecerdasan yang dimilikinya. Berdasarkan penelitian Howard Gardner, gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan kecerdasan yang dimiliki siwa tersebut. Maka siswa yang mempunyai gaya belajar yang sama maka cebderung memiliki kecerdasan yang sama.
Keempat, memberikan ruang bagi guru untuk memberikan keteladanan. Suksesnya pendidikan karakter tidak terlepas dari peran guru sebagai stake holder yang menjadi kunci sukses tidaknya penanaman karakter siswa untuk memberikan keteladanan dan budaya sekolah mealui pembiasaan dalam kehidupan keseharian di sekolah.
Dalam proses belajar tidak dapat dipisahkan antara proses mengajar dan mendidik. Karena pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. (Ki Hajar Dewantoro). Pembelajaran dengan system pengelompokan berdasarkan gaya belajar tersebut akan efektif dalam pengembangan kecerdasan yang dimiliki siswa. Karena berdasarkan penelitian Howard Gardner, gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan kecerdasan yang dimiliki siswa tersebut. Selain itu menjadi sarana yang baik bagi guru untuk membangun hubungan emosional dengan siswa. Membangun kedekatan, memahami karakter dan melakuakn usaha untuk menanamkan prilaku yang baik.

2.3 Pihak Pendukung Pendidikan Karakter
Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya,
1.    BSNP ( Badan Standar Nasional Pendidikan)
BSNP dapat merumuskan standar kompetensi dan kompetensi dasar tentang karakter lebih spesifik kemudian dijadikan standar isi pendidikan, yaitu dengan menyusun kompetensi akademik dan karakter dalam standar isi yang intregatif.
2.    Kepala Sekolah
a.    menentukan kebijakan system pendidikan di sekolah yaitu tentang  kurikuluum pendidikan karakter
b.    memfasilitasi berupa training, bisa keluar atau sekolah bisa mengadakan
c.    melakukan kontroling dan monitoring terhadap jalannya implementasi inovasi pendidikan karakter
3.    Guru
a.    menjadi stake holder ( pengendali sikon) dan penerapannya
b.    mendorong siswa untuk lebih meng-eksplor kreativitas tetapi bermoralitas
c.    memfasilitasi siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda sehingga dapat diarahkan ke hal-hal yang positif
4.    Keluarga
a.    mendukung program sekolah berupa kerjasama dengan pihak sekolah tentang penanganan untuk membentuk karakter siswa
b.    dilibatkan dalam bentuk training pendidikan karakter
c.    menjadi orangtua yang lebih demokratis bukan otoriter
5.    Lingkungan sekitar sebagai pendukung program pemerintah tentang pelaksanaan pendidikan karakter

2.4 Langkah Strategis Penanaman Pendidikan karakter
Sebagai langkah awal adalah setiap tahun dilakukan MIR (multiple intelligent resech) untuk mengetahui gaya belajar masing-masing siswa. Karena kecerdasan siswa setiap tahun dapat berubah. Kemudian kelas dibagi berdasarkan kecenderungan gaya belajar. Dengan masing-masing kelas maksimal 30 siswa agar pembelajaran dapat kondusif. Sekolah dapat membagi menjadi dua tipe kelas yaitu kelas visual dan audio. Karena mayoritas siswa dapat dikelompokkan ke dalam kedua kelas tersebut. Perlakuan guru dalam kedua kelas tersebut akan berbeda, disesuaikan dengan gaya belajarnya.
Strategi yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan pendidikan karakter pada kelas visual dan auditori adalah sebagai berikut:
2.4.1 Kelas Visual
Dalam kelas visual strategi yang dapat dilakuakn oleh gur adalah sebagai berikut:
1.        Pemutaran klip/film penuh hikmah di awal pembelajaran sebagai motivasi.
2.        Guru menyampaiakan pembelajaran dengan asosiasi visual
3.        Memberi rekomendasi siswa untuk membaca buku-buku yang menarik minat siswa.
4.        Memperhatikan “seni bahasa” dalam berbicara.
5.        Menggunakan media sebagai sarana pembelajaran seperti OHP, slide power point,
6.        Pemutaran film untuk menanamkan karakter siswa.
7.        Memberikan tauladan dengan menonolkan tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan oleh guru.
8.        Membuat kesepakatan tertulis tentang kontrak belajar reward dan punishment dalam belajar.
9.        Memberikan proyek-proyek yang sesuai dengan kecerdasan siswa.
10.    Melakuakn demonstrasi dalam pembelajaran.
11.    Menggunakan metode-metode pembelajaran kooperativ learning untuk membiasakan berbicara dalam kelompok.
12.    Menjelaskan dengan peta, gambar, skema, tabel atau bahkan siklus.
13.    Guru sedikit memberikan catatan namun lebih efektif jika siswa diberikan bahan atau diminta mencari bahan belajar sendiri.
2.4.2 Auditori
Dalam kelas visual strategi yang dapat dilakuakn oleh gur adalah sebagai berikut:
1.    Menyampaikan cerita atau sejarah yang penuh hikmah untuk memotivasi siswa di awal pembelajaran.
2.    Penyajian kelas banyak dengan diskusi dan kerja kelompok.
3.    Meminimalisir kegiatan mencatat
4.    Menggunakan media audio dalam pembelajaran misalnya dengan power point, macromedia flash.
5.    Pemutaran film unutk menanamkan karakter siswa.
6.    Metode pembelajaran yang dapat dilakukan adalah ekspositori, ceramah, diskusi dan dapat dikembangkan dengan metode yang baya melibatkan siswa untuk berbicara dan mendengarkan.
7.    Menggunakan musik.
8.    Menggunakan metode-metode belajar cooperative learning untuk membiasakan siswa kerjasama dan dudukdengan tertib.
9.    Guru memfasilitasi anak dengan rekaman dan kaset yang berisi materi pembelajaran.
Pendidikan karakter akan berhasil jika proses tersebut selalu terintegral dalam budaya-budaya belajar, lingkungan sekolah dan lingkungan bermain. Salah satu tempat yang efektif dalam penanaman karakter siswa adalah sekolah. Upaya yang dapat dilaksanakan adalah dengan mengincludkan dalam proses KBM pada setiap mata pelajaran, menciptakan budaya sekolah, dalam kegiatan ekstra kurikuler. Selain itu perlu dilakukan pemantauan sekolah terhadap kebiasaan siswa di rumah. Sehingga orang tua juga berperan untuk bekerjasama dengan guru membentuk prilaku siswa.

KESIMPULAN
Pembelajaran akan bermakna jika gaya mengajar guru sama dengan gaya belajar siswa. Kondisi ini akan memudahkan guru untuk mencapau tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang menghasilkan dampak instruksional (dampak kognitif, afektif dan psikomotorik) dan dampak pengiring (pembentukan prilaku dan karakter) pada siswa. Maka dalam system pembelajaran harus dilakukan pengelompokan siswa berdasarkan kecenderungan gaya belajarnya. Dengan demikian akan mudah bagi guru untuk membangun kedekatan emosional dengan siswa. Maka akan mudah bagi guru untuk mengendalikan siswa, memberikan nasehat dan instruksi kepada siswa. Sehingga memberikan ruang yang lebih untuk menanamkan pendidikan karakter.
 *oleh susanti dan rofiqoh Y.A